| Selasa, 01 Mei 2007 | SEMARANG |
Persis Ingin Lestarikan Sunnah Nabi
SEMARANG- Persatuan Islam (Persis) adalah sebuah organisasi massa (ormas) Islam yang berdiri sejak 1923. Ormas yang berkantor pusat di Bandung itu memiliki tiga aspek yang dilakukan dalam kegiatannya yakni dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. Menurut Sekretaris Umum PP Persis Drs Dody S Truna MA, pihaknya berkeinginan mengajak masyarakat untuk tidak melakukan sirik dan peribadatan yang tidak ada dalam sunnah rasul. "Persis memang lebih banyak bergerak di bidang pendidikan dan dakwah. Kami ingin melestarikan sunnah Nabi yang dalam perkembangannya banyak terkontaminasi kepercayaan setempat," tuturnya. Dikukuhkan Hal tersebut disampaikan di sela-sela pengukuhan pengurus Persis Wilayah Jateng pada belum lama ini di Banyumanik. Terpilih sebagai Ketua Perwakilan Jateng adalah Ir Tunggul Madu Wahyono. Kepengurusan dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Umum PP Persis Drs KH Sidiq Amien MBA. Hingga kini, lanjutnya, Persis telah memiliki 280 cabang di seluruh Indonesia dan satu perwakilan di Mesir. Karena fokus di pendidikan, sebanyak 300 pesantren saat ini telah berdiri di berbagai penjuru nusantara. Sementara itu Tunggul selaku Ketua Perwakilan Jateng menyatakan sebenarnya wacana pembentukan sudah ada sejak dua tahun lalu. "Namun karena ingin lebih matang, akhirnya baru sekarang Persis Jateng terbentuk," tuturnya. Dia berharap Persis di Jateng nantinya bisa berkembang baik di Semarang dan kota-kota lainnya. (H23-16) |