| Selasa, 01 Mei 2007 | SEMARANG |
''Walangkekek'' Pecah Kesunyian Kota Lama
LAGU ''Walangkekek'', Minggu (29/4) malam memecahkan kesunyian di kawasan Kota Lama. Lagu itu, dibawakan langsung oleh pencipta sekaligus yang mempopulerkannya, Waljinah. Ya, Waljinah yang dijuluki Ratu Walangkekek, hadir sebagai bintang tamu dalam final lomba keroncong se-Jateng yang digelar di Kawasan Kota Lama. Kegiatan bertajuk Keroncongan di Kota Lama yang diselenggarakan oleh Pemkot bersama Dewan Kesenian Semarang (Dekase) tersebut digelar dalam rangka Hari Jadi ke-460 Kota Semarang sekaligus menyongsong Semarang Pesona Asia (SPA). Juara Lomba Mengawali penampilannya, Waljinah yang diiringi grup Congrock 17 melantunkan "Walangkekek". Setelah itu, membawakan "Ayo Ngguyu" dengan mengajak sejumlah pengujung, termasuk pengurus baru Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia (Hamkri) Cabang Kota Semarang yang baru saja dilantik Ketua Dekase, Marco Manardi dan Waljinah. Mengakhiri penampilannya, dia menyanyikan "Suwe Ora Jamu". Sambutan meriah penonton pun serempak menggema di Kota Lama setiap kali Waljinah selesai membawakan lagu-lagunya. Ya, penampilan sekitar 30 menit penyangi tersebut, memuaskan para pengunjung, baik orang tua maupun anak-anak. Sementara itu, final lomba keroncong diikuti lima grup dari Semarang dan Pati. Pada babak penyisihan sehari sebelumnya, diikuti 16 grup. Lima grup yang maju ke final adalah Gema Pusaka (Semarang), Satria Birawa (Semarang), Kenangan Kekal (Semarang), Puspita Rama (Pati), dan Neo Java Siera Kipas (Semarang). Mereka wajib membawakan tiga lagu dengan satu penyanyi pria, satu penyanyi wanita, dan ditutup instrumen. Keluar sebagai juara I, Satria Birawa, sedangkan II dan III masing-masing Neo Java Siera Kipas dan Kenangan Kekal. Gema Pusaka meraih juara harapan I, sedangkan Puspita Rama asal Pati juara harapan II. Selain meraih juara harapan I, vokalis pria dan wanita grup Gema Pusaka dinobatkan sebagai penyanyi dengan penampilan terbaik. (62) |