logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Mei 2007 SEMARANG
Line

SPBU Tugu Suharto Didemo Awak Angkot

  • Diduga Campur Bensin dengan Minyak Tanah

SEMARANG- Sekitar dua puluh awak angkutan kota (angkot) jurusan Johar-Sampangan mendatangi SPBU Tugu Suharto, Senin (30/4). Mereka memprotes tindakan pengelola SPBU itu yang diduga mencampur bensin premium dengan minyak tanah. Selain menuntut ganti rugi, awak angkot juga melaporkan kasus tersebut kepada polisi.

Irvai, seorang awak angkot menuturkan, dugaan itu bermula dari keluhan di mesin kendaraan mereka. Semenjak SPBU itu dibuka beberapa waktu lalu, para awak angkot jurusan Johar-Sampangan mengisi bensin di sana. Namun setelah itu, mereka merasakan keluhan pada mesin kendaraan.

''Kami menduga bensin di SPBU itu dicampur minyak tanah. Buktinya, mesin kendaraan jadi sering tersendat-sendat. Karburator juga kotor, dan untuk jalan di tanjakan biasanya cukup pakai gigi tiga tapi sekarang harus pakai gigi satu,'' kata Irvai.

Hal senada dikatakan Agus (bukan nama sebenarnya-Red). Dia merasakan kelainan pada mesin angkotnya setelah mengisi bensin di SPBU Tugu Suharto. Dari kecurigaan itu, dia berusaha membuktikan. Bensin yang ada di dalam tangki angkot dia keluarkan. ''Warnanya terlihat kuning keruh dan berbau minyak tanah. Beda dengan bensin murni yang cepat menguap. Ternyata tak hanya saya yang mengalami hal ini, kawan-kawan lain juga sama.''

Aksi protes itu, dimulai sekitar pukul 08.00. Mereka datang dan memarkirkan kendaraan di areal SPBU Tugu Suharto. Sebagai bukti, awak angkot menunjukkan contoh bensin dari dalam tanki hasil mengisi di SPBU tersebut.

Sabotase

Menghadapi protes awak angkot itu, pengelola SPBU bersikap terbuka. Mereka bersedia menunjukkan contoh bensin yang ada di dalam tanki SPBU dan dibandingkan dengan bensin dari tangki mobil Pertamina. Melihat warna sampel ketiga bensin itu, memang ada yang beda. Bensin dari tanki SPBU dan tanki mobil Pertamina berwarna kuning bening. Sedangkan warna bensin dari angkot lebih gelap.

Karena itu, pengawas SPBU, Dona Saputra menduga ada indikasi pihak-pihak tertentu melakukan sabotase terhadap SPBU-nya. Hal itu terjadi karena persaingan bisnis yang kurang sehat. Meski demikian, pihaknya akan menyerahkan permasalahan tersebut kepada polisi.

''Biar polisi yang menentukan apakah kami berbuat curang atau tidak. Bukti-bukti berupa contoh bensin di SPBU sudah kami berikan kepada aparat,'' terangnya.

Untuk kepentingan penyelidikan, aparat dari Polsek Gajahmungkur menyegel dengan memasang garis polisi di salah satu dispenser SPBU. (H13,H6-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA