| Selasa, 01 Mei 2007 | BUDAYA |
Lagi-lagi Wek-wek, Wek-wekUNTUK kesekian kali, Wek-wek kembali dipentaskan di Kudus. Naskah Anton Chekov yang diadaptasi D Djajakusuma itu dipentaskan di Padepokan Seni Murni Asih (Pasma), Minggu (29/4) malam, oleh Sanggar Kahanan SMA 1 Mejobo. Kudus. Sutradara R Dhani mengakui Wek-wek sudah sering dipentaskan. "Saya pernah meilihat pementasan dari yang buruk hingga yang baik," katanya saat diskusi. Dia menuturkan tertarik mementaskan naskah itu karena ingin mengemukakan hal baru. "Saya tertarik menghadirkan semua tokoh dalam naskah itu secara karikatural." Pada diskusi yang dipandu M Noor Effendy itu, Dani mengakui tertarik pada penokohan kartunis setelah acap menonotn film kartun bersama sang anak yang masih kecil. Untuk mempertegas, dia pun memasang empat gambar kartun bebek mirip tokoh Donald di panggung. Pementasan itu cukup menarik. Empat aktor cewek yang memerankan Semar, Bagong, Petruk, dan Gareng tampil cukup memikat. Penonton pun tertawa terpingkal-pingkal. Sebagai aktor remaja, mereka mampu membawakan karakter para tokoh dengan prima. Kelucuan melalui dialog atau aksi di panggung dapat menghibur puluhan penonton. Seperti film kartun, pentas itu cukup menghibur. Dukungan musik dari empat cewek yang tampil di atas panggung cukup membantu para aktor berekspresi. Namun dunia kartun yang ingin ditampilkan sang sutradara kurang muncul. Tata artistik serta penokohan yang bisa mewakili dunia penuh warna-warni dan kemustahilan justru kurang tergarap. Namun, tak apalah. Toh pementasan sudah terlaksana dan penonton pun amat terhibur. (Adhitia Armitrianto-53) |