logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Mei 2007 BUDAYA
Line

DNF, Anti-lipsync

BANYAK band lokal acap tampil secara lip-sync. Ya, mereka cuma menggerakkan bibir dan menambahkan suara dari lagu asli. Banyak pula yang melakukan looping, memotong bagian musik asli dan menggabungkannya, atau minus-one , menghilangkan vokal dari musik asli.

Laptop atau MP3/MP4 player adalah peranti untuk melakukan ketiga tindakan itu. Namun DNF Band tak tertarik.

Memang cara itu tak merugikan penyelenggara acara. Bagi penyelenggara, yang paling penting bisa menarik pengunjung sebanyak-banyaknya. Apalagi bayaran untuk band yang menggunakan lip-sync, looping, atau minus-one tak setinggi band yang tampil murni.

DNF Band yang beranggota Rizki Hardiawan, Martin, Heidy, Fanny (vokal), Delta Muncar Triagusta (kibor), Erfan (bas), Isa Ansori (drum), dan M Dwi Hartanto (gitar) tak jarang ''disarankan'' oleh penyelenggara acara untuk melakukan tiga tindakan itu. Alasan mereka, untuk kemudahan dan kesimpelan penampilan.

''Namun kami tak mau membohongi penonton,'' ujar Manajer DNF Band, Soegeng Santoso, saat mendampingi band itu tampil di Wonderia, beberapa waktu lalu.

Memang, ujar dia, tampil murni cukup menguras tenaga. Sebab, grup itu mengusung jenis musik R&B, hip-hop, dan dituntut bisa memainkan jenis musik lain.

''DNF ingin menunjukkan kemampuan dan memanjakan penonton dengan permainan musik skill murni,'' katanya.

Saat ini kelompok musik yang berdiri pada 1 Mei 2004 itu merupakan band reguler di Wonderia dan Taman Remaja Surabaya. Mereka juga kerap tampil pada "Tenda Enjoy" dan pernah mengisi acara di Astro Cafe, Point Pool, Three Monkeys, dan lain-lain. (Ida N,Roosalina-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA