| Selasa, 01 Mei 2007 | BUDAYA |
Reggae Mengusir PenatJUMAT (27/4) malam, pengunjung Tung De Blang, Jalan Sultan Agung 107, Semarang, terlena oleh sajian musik bernuansa Jamaika. Kendati terdengar pula irama R&B, tembang reggae jadi penghibur hati yang paling tak terlewatkan. Ya, kepenatan pengunjung seperti terusir manakala tembang reggae didendangkan. Adalah Tafari, grup asal Semarang, yang didapuk mengisi perhelatan "Friday Bareng XL" itu. Danang (vokal), Herman (gitar dan harmonika), Wawan Rex (gitar), Agung (bas), Irvan (kibor), Femby (perkusi), dan Irwan (drum) berjibaku menghibur pengunjung yang bermain biliar atau sekadar nongkrong di tempat hiburan itu. Saat pengunjung sibuk menyodok bola biliar, Tafari pun berdendang. Maklum, selain ada resto dan kafe, di Tung De Blang tersedia 17 meja biliar. Saat mereka melantunkan Welcome to My Paradise, Holiday, dan Kembali Berdansa, beberapa pengunjung bergoyang. Apalagi ketika "No Women No Cry" Bob Marley terdengar. Tafari tak sendirian. Ada pula Dut Band, grup beraliran R&B asal Semarang. Anas, Event Manager Tung De Blang, menuturkan bersama A Mild Production menampilkan grup band berbagai aliran untuk menarik keahdiran pengunjung. "Kami ingin mengakomodasi keinginan pengunjung," ujarnya. Penggemar R&B bisa datang saban Senin dan Selasa. Rabu dan Kamis adalah jadwal bagi penggemar slow rock dan pop. Jumat sampai Minggu, tiga grup pengusung musik ska, R&B, dan reggae tampil bersama. (Fahmi Z Mardizansyah-53) |