| Selasa, 01 Mei 2007 | BUDAYA |
Rio, Pemuja WanitaTERUS terang gua tak bisa menemukan kata-kata untuk mengartikan cinta. Tapi, tanpa cinta, tak mungkin gua ada di sini ketemu kalian semua. Buktinya gua bisa tampil di 'Romantis Duo' bareng Bunga Citra Lestari," ujar Rio Febrian, sebelum berolah vokal di Hugo's Cafe, Semarang, Sabtu (28/4) malam. Bukan tanpa alasan, penyanyi flamboyan itu mengungkapkan perihal cinta. Sebab, biduan kelahiran 25 Februari itu memang kerap dihubung-hubungkan dengan sosok wanita. Bahkan tak sungkan-sungkan, Rio pun mengakui sebagai pemuja wanita. Maka, tak heran tembang-tembang yang dia lantunkan pun tak jauh-jauh bercerita tentang cinta dan wanita. Saat tampil di Hugo's Cafe, misalnya, Rio mendendangkan tembang yang dinukil dari album terbaru, Rio F3brian. Tembang Sendiri, Palsu, "Di Sisimu", dan Jenuh seakan harus dia dendangkan. Kendati tembang-tembang itu menawarkan kesyahduan dan kelembutan, tidak demikian penampilan penyanyi yang kini tak lagi berkacamata itu. Rio jelas-jelas memperlihatkan aksi panggung luar biasa atraktif. Setiap jengkap panggung yang tak terlampau luas dia sambangi. Beberapa detik dia berada di ujung panggung. Sejenak kemudian sudah berada di bibir panggung sembari menyorongkan pengeras suara ke ratusan pengunjung. Setiap kali manggung, Rio mampu memberikan hiburan menyenangkan. Tidak saja oleh kesyahduan suara, tetapi juga aksi panggungnya. Hingga berkali ulang pengunjung di barisan depan yang nyaris disesaki wanita berteriak histeris dan menyeru namanya. Rio Febrian pun tak membuang kesempatan. Berkali ulang dia lontarkan salut pada kaum Hawa. "Karena kalianlah gua ada di sini sebab wanita adalah sumber inspirasi gua dalam menulis lagu. Lagu ini saya persembahkan buat wanita di mana saja, terutama kalian yang hadir di sini," teriak Rio Febrian, yang sontak ditimpali teriakan para penggemar. Dia pun melantunkan tembang "Wanita". Lebih Segar Tembang berlirik puja-puji pada kaun wanita itu tentu disambut dengan senang. Rio seperti menemukan kekuatan. Hingga seolah dia tak pernah kehabisan stamina. Rio benar-benar membuat para penggemar terpuaskan. Tak terkecuali, saat dia melantunkan tembang yang dipopulerkan penyanyi lain, seperti "Untukmu" Tito Soemarsono atau "Bidadari" Andre Hehanusa. Dengan aransemen yang ditata ulang, kedua tembang itu terlantun lebih segar. Mencampurkan sweet pop dan flavor R&B, dia membawakan tembang "Untukmu" dengan nge-grove. Dia menembangkan "Bidadari" dengan sedikit sentuhan reggae sehingga terasa mendayu-dayu. Lengkingan suara Rio menjadikan tembang-tembang malam itu begitu syahdu. Sang pemuja wanita itu memang tampil memesona. (Fahmi Z Mardizansyah-53) |