| Selasa, 01 Mei 2007 | BANYUMAS |
PT GDE Belum Beri Kontribusi ke PemkabBANJARNEGARA - Pemkab Banjarnegara kini tengah getol menuntut kontribusi atas pengelolaan panas bumi di Dataran Tinggi Dieng. Sumber daya alam itu kini dikelola oleh PT Geo Dipa Energi (GDE) selama bertahun-tahun sejak 1994 sebagai pembangkit tenaga listrik . Kewajiban yang belum dipenuhi hingga kini jumlahnya diperkirakan mencapai miliaran rupiah. ''Pemkab memang harus melakukan pendekatan intensif kepada PT GDE supaya perusahaan tersebut memenuhi kewajibannya. Sebab, ada potensi pendapatan yang besar , bisa miliaran rupiah dan bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat,'' kata anggota Komisi B DPRD Banjarnegara, Bambang Prawoto Sutikno. Dia mengemukakan, langkah Pemkab melaui Tim Pertambangan dan DPRD sudah bertemu dan berkonsultasi tentang masalah tersebut dengan Dirjen Batubara dan Panasbumi di Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pekan lalu. Saat itu, Dirjen menyatakan kesediaannya untuk mempertemukan Pemkab Banjarnegara dengan PT GDE. ''Kami mengambil contoh pengelolaan panas bumi di Garut juga dilakukan secara bagi hasil dengan Pemda setempat,'' katanya. Belum Dilegalisir Lebih lanjut, politisi dari PAN ini mengatakan, sejumlah kewajiban lain yang belum dipenuhi PT GDE di antaranya Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) belum dilegalisir, karena merupakan anak perusahaan/unit berlaku SIUP pusat. Selanjutnya, Wajib Daftar Perusahaan (WDP) belum terdaftar. Padahal setiap perusahaan yang menjalankan kegiatan usahanya di seluruh wilayah Indonesia wajib didaftarkan dalam Daftar Perusahaan. baik yang statusnya pusat, kantor tunggal, anak perusahaan, cabang, dimana perusahaan itu berdiri sesuai statusnya. Kewajiban lainnya, kata dia, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) belum balik nama, sesuai Perda No. 4 Tahun 1997 tentang bangunan. Sebab, saat ini masih atas nama PT Himpurna California Energi (HCE). Berdasarkan bahan koordinasi Pemkab Banjarnegara dengan Kementrian ESDM, di ketahui sekitar tahun 1994, PT HCE ( sekarang PT GDE), mulai beroperasi dengan kapasitas terpasang 60 MWe. Berdasarkan informasi, sekarang sedang dikembangkan menjadi 125 MWe.(H25-29) |