logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Mei 2007 BANYUMAS
Line

HKTI Cilacap Pertanyakan Benih Bantuan

CILACAP - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cilacap mempertanyakan kebenaran kabar tentang bantuan benih bagi petani untuk Musim Tanam (MT) II. Bila bantuan seperti itu memang benar ada maka petani Cilacap akan sangat terbantu.

''Bantuan benih sangat diharapkan karena akan sangat membantu petani,'' kata Sekretaris HKTI Cilacap Parsiyan, kepada Suara Merdeka.

Parsiyan mengatakan, bila memang ada, bantuan yang kabarnya ditujukan untuk MT II itu harus segera diturunkan. Sebab, saat ini sudah banyak petani di Cilacap yang melakukan persiapan tanam.

''Kalau bantuan benih turun setelah tani melakukan tanam, amat disayangkan,'' kata tokoh yang juga anggota DPRD Cilacap itu.

Di sisi lain, para petani juga tidak bisa terlalu lama menunggu benih bantuan itu turun. Selain itu, minimnya suplai air dan semakin jarangnya hujan turun juga menjadi pendorong kenapa petani harus segera melakukan tanam.

''Kalau masa tanam mundur, dikhawatirkan tanaman tidak cukup air sehingga akan mengganggu pertumbuhannya,'' kata dia.

Selain itu, Parsiyan juga meminta Dinas Pertanian dan Peternakan (Dipertan) Cilacap menempuh mekanisme lelang jika memang ada bantuan benih.

Gratis

Kepala Dipertan Cilacap Anton Santosa membenarkan adanya rencana pemerintah untuk memberikan bantuan benih gratis kepada petani. Namun sampai sekarang Pemerintah Pusat belum memberikan keterangan kapan bantuan itu akan diturunkan.

''Untuk Cilacap, rencananya nilai bantuan tersebut mencapai Rp 8 miliar. Entah kenapa sampai sekarang bantuan tersebut belum juga diwujudkan,'' kata Anton.

Anton juga mengatakan, salah satu penyebab mengapa kebijakan itu belum diwujudkan kemungkinan karena mekanisme pengadaan benihnya melalui sistem penunjukan, bukan lelang.

''Karena ini tidak sesuai dengan aturan, banyak pihak yang kemudian mempertanyakannya,'' kata dia.

Terkait dengan desakan agar bantuan tersebut segera diwujudkan, Dipertan Cilacap memasrahkan permasalahan itu kepada Pemerintah Pusat.

''Kita belum tahu jadi tidaknya program tersebut. Karena ini program Pemerintah Pusat maka mereka yang paling tahu,'' jelas dia.

Meski begitu, Dipertan akan proaktif agar bantuan itu benar-benar terealisasi. Dengan demikian, akan banyak petani Cilacap yang terbantu. (G21-29)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA