SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Rabu, 25 April 2007

JAKARTA-Departemen Keuangan menilai utang luar negeri swasta belum sampai tahap mengkhawatirkan, seperti terjadi pada krisis ekonomi 1997.

SOLO-Produsen Indonesia yang ingin menjiplak produk luar negeri diminta berhati-hati. Selain bisa terkena sanksi hukum, penjiplakan akan menyebabkan investor tak mau lagi menanamkan modalnya di Indonesia.

JAKARTA-Departemen Perdagangan melarang daerah menentukan aturan atas daftar negatif investasi (DNI) yang ditentukan dalam Peraturan Presiden mengenai daftar sektor yang tertutup dan terbuka dengan syarat. Larangan itu dikemukakan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Jakarta kemarin.

JAKARTA-Kementerian BUMN menegaskan rencana privatisasi badan usaha milik negara tetap berjalan. Kendati sudah muncul rencana perombakan kabinet (reshuffle) yang akan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono awal bulan depan.

SEMARANG-Kualitas produksi menjadi salah satu kunci memenangi persaingan yang ketat di kancah industri grafika. Peningkatan kualitas itu, di antaranya ditentukan oleh penggunaan produk yang tepat, seperti jenis kertas dan tinta. Karenanya, pelaku industri grafika harus mampu mengetahui perkembangan produk terbaru. R Sigid Hartono, pemilik usaha percetakan CV Indriajaya, mengatakan, perkembangan teknologi mesin mendorong adanya penyesuaian produk yang dipergunakan. 

JAKARTA-Program perlindungan kredit yang ditawarkan lembaga pembiayaan, ternyata cukup diminati konsumen otomotif. Pasalnya, dengan membayar tambahan premi, nasabah yang meninggal atau cacat tetap terbebas dari kewajiban melunasi sisa angsurannya. Direktur Operasional & Sales Astra Credit Company (ACC), Hendra Sugiharto, di Jakarta, baru-baru ini mencontohkan, dari 75.000 konsumen yang kredit kendaraan lewat perusahaan itu pada 2004, 52.000 di antaranya mengambil program ACC.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA