logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 25 April 2007 NASIONAL
Line

Calon Gubernur Populer Saja Tidak Cukup


SM/dok n HM Tamzil

SEMARANG-Salah satu calon gubernur Jawa Tengah Ir HM Tamzil menilai untuk menjadi gubernur atau- pun pemimpin sebaiknya jangan disandarkan pada aspek popularitas saja. Memang popularitas penting, tetapi bukanlah yang utama. Aspek itu bisa dibentuk dengan waktu yang sebenarnya relatif, bisa jangka panjang bisa pula cepat.

''Sangat tergantung intensitasnya pula,'' tuturnya saat diwawancarai via telepon menanggapi pernyataan pengamat, kemarin.

Pilihan yang bersandar pada aspek popularitas saja bisa berbahaya, karena bisa menjebak. Bukankah sudah cukup banyak bukti bahwa yang populer belum tentu bisa memimpin, sekaligus belum teruji benar kemampuannya mengendalikan suatu wilayah. Adalah tidak mungkin mengendalikan suatu wilayah yang sarat problem seperti Jawa Tengah ini hanya berbekal popularitas belaka.

Bagi Tamzil, untuk menjadi pemimpin setingkat gubernur haruslah memenuhi paling tidak tiga aspek yakni kapabilitas, kredibilitas, dan akseptabilitas. Berbagai masalah dan tantangan yang ada di masyarakat akan sangat sulit dipecahkan hanya dengan berbekal pada popularitas saja.

Karakter

''Tanpa bermaksud menonjolkan diri, karier saya di birokrasi, kemudian menjadi Wakil Bupati di Kabupaten Semarang, serta sekarang posisi sebagai Bupati Kudus, saya merasa cukup punya nyali menjadi calon gubernur. Seandainya tidak memiliki kemampuan mengendalikan suatu wilayah, rasanya saya berpikir 2-3 kali untuk ikut nyalon,'' tuturnya.

Seorang pemimpin wilayah, kata dia, harus paham benar karakter wilayah, paham birokrasi sekaligus memiliki visi yang kuat di era otonomi seperti sekarang ini. Seperti juga gubernur sekarang Pak Mardiyanto, bekalnya dulu sangatlah cukup sehingga pencapaian rapornya juga bagus.

Bagi dirinya, menjadi calon gubernur tidak hanya berbekal keinginan saja. Kenapa ? Jika hanya berbekal ingin tanpa kemampuan mengukur diri bisa berbahaya. Dalam konteks mengukur diri ini, kata Tamzil, dirinya bercermin terhadap apa yang telah dilakukan selama di Ungaran ataupun di Kudus sekarang ini. (hb-64)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA