| Selasa, 24 April 2007 | PANTURA |
Lima Kelurahan Belum Tersentuh P2KPTEGAL - Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) yang digulirkan sejak 1999 lalu belum merata di Kota Tegal. Lima dari 27 kelurahan hingga kini belum pernah tersentuh program tersebut, yakni Kelurahan Keturen, Kecamata Tegal Selatan; Kelurahan Kalinyamat Wetan dan Kalinyamat Kulon, Kecamatan Margadana, serta Kelurahan Debong Lor dan Kemadungan, Kecamatan Tegal Barat. Hal itu dikemukakan Wakil Wali Dr Maufur ketika membuka lokakarya tentang Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dan P2KP di Gedung Adipura, Senin (23/4). Menurut dia, agar dapat merata, tahun ini rencananya program tersebut akan dialokasikan pada lima kelurahan itu. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Dispermas KB) Dra Susana Widyawati mengatakan, dalam penanggulangan kemiskinan berbagai kebijakan, strategi, program dan kegiatan telah dilakukan. Menurun Hasilnya cukup mengembirakan, terbukti pada tahun 1996 terjadi penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan. Namun pada tahun 2007, saat terjadi krisis ekonomi jumlah warga miskin kembali bertambah banyak. Menurut dia, beberapa faktor penyebab meningkatnya angka kemiskinan selain ekonomi juga disebabkan mentalitas, budaya, lingkungan, keadaan alam dan struktur sosial politik. Karena itu, peran pemerintah dan lembaga non pemerintah sebagai fasilitator dan motivator sangat diperlukan. Susana mengemukakan, P2KP adalah program dalam rangka pemberdayaan masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan di daerah perkotaan. Program tersebut dilaksanakan dengan upaya menerapkan konsep Tri Daya, yaitu daya ekonomi, sosial dan lingkungan melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). "Melalui BKM diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam melembagakan dan memberdayakan kembali nilai-nilai kemanusiaan dan kemasyarakatan sebagai nilai utama yang melandasi aktivitas penanggulangan kemiskinan," tandasnya. (H17-52) |