logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 24 April 2007 PANTURA
Line

Cikungunya Masih Berjangkit di Kalinyamat

TEGAL- Meski upaya penyemprotan dilakukan Pemkot Tegal, wabah cikungunya masih menjangkiti sejumlah warga di Kelurahan Kalinyamat Wetan, Kecamatan Margadana. Warga yang terserang mengaku kesulitan berjalan, karena merasakan nyeri luar biasa di seluruh persendian tulang.

Seperti diketahui, 45 warga Kelurahan Kalinyamat Wetan, awal bulan April terjangkit cikungunya. Sebagai antisipasi, Pemkot melakukan foggingisasi dan pegobatan gratis. Namun, hingga kini penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes albopiktus dan aedes aegypti itu masih menjangkiti warga.

Ansori (55), salah seorang warga menuturkan, tiga anggota keluarganya saat ini masih menderita cikungunya. Hal itu sangat meresahkan karena membuat aktivitas sehari-hari terganggu.

Padahal, upaya penyemprotan telah dilakukan pemerintah. "Sampai sekarang saya, dan tiga anggota keluarga masih merasakan nyeri. Untuk berjalan harus pegangan," katanya, kemarin.

Sembuh Sebentar

Menurut dia, pihaknya sudah memeriksakan ke puskesmas lebih dari tiga kali. Namun, hanya sembuh sebentar, setelah itu kembali kambuh. Kondisi terseut dialami juga istri dan anak pertamannya.

"Saat cikungunya mewabah kali pertama, saya ikut terjangkit. Tiga hari tidak bisa berjalan. Setelah satu minggu sembuh, tetapi kini kembali terserang," ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Warjan (40). Menurut dia, di lingkunganya ada beberapa warga yang masih terjangkit. Namun, kondisinya saat ini hampir sembuh. Mereka lebih dari lima orang.

Kasi Pemerintahan Kelurahan Kalinyamat Wetan, Sudoro, mengatakan belum ada laporan warga yang kembali terserang cikungunya. Mereka itu dimungkinkan sisa dari penderita awal April lalu yang belum sembuh.

"Kalau memang ada warga yang terjangkit, kami minta fogging kembali dilaksanakan. Namun, yang pasti belum ada laporan masuk," katanya.

Petugas Kesehatan Puskesmas Kecamatan Margadana, dokter Esti Prasasti mengatakan, dari laporan yang masuk ada sebanyak 18 warga yang dinyatakan suspect cikungunya, tetapi mereka terserang awal bulan.

Saat ini belum ada laporan l;agi. Sebagai antisipasi, puskesmas telah melaksanakan foggingisasi dan pembagian bubuk abate secara gratis. "Kami akan segera mengecek kembali, sehingga bisa menjadi dasar tindakan selanjutnya". (H38-19)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA