| Selasa, 24 April 2007 | OLAHRAGA |
Taekwondoin Minim PerhatianGROBOGAN -Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia (TI) Grobogan mengeluhkan minimnya fasilitas latihan bagi para atletnya. Karena itu, mereka berharap, Pemkab bisa memecahkan persoalan tersebut. ''Selama ini kami tidak mempunyai tempat khusus untuk pemusatan latihan. Padahal dengan tempat itu, prestasi taekwondoin pasti lebih maksimal,'' kata Ketua Pengcab, Ir Suwarto, belum lama ini. Dijelaskan, dukungan Pemkab itu sekaligus bisa memotivasi semangat atlet daerah saat berlaga di sejumlah event . ''Bagaimana tidak, dengan adanya dukungan Pemkab tentu atlet merasa diperhatikan. Hasilnya, semangat juang dalam membela nama baik daerah pun pasti terpacu,'' katanya. Menurut dia, taekwondoin punya potensi untuk bersaing dengan daerah lain. Buktinya, beberapa di antaranya kini siap membela kontingen Grobogan dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) se eks Karesidenan Semarang, di Kendal. Mereka merupakan atlet berbakat yang diharapkan bisa menorehkan prestasi baru di kancah taekwondo. Secara keseluruhan, atlet yang akan diikutkan pada Popda yang berlangsung Kamis (26/4) nanti, berjumlah sepuluh orang. Mereka adalah enam atlet putra dan empat putri. Atlet putra terdiri atas Lutfi Adi (16), Dwi Tirto (16), Giyat Setiawan (16)-ketiganya dari SMA I Geyer, Yunan Toha (17) dari SMA Toroh, Edi Supriyanto (17) asal SMK 2 Purwodadi, dan Oktavianus Sandy (17) pelajar SMA I Purwodadi. Di bagian putri, Pengcab TI Grobogan menurunkan Endah Permatasari (15), Kiki Amelia (15), Dely Permata (15), dan Nia Ambarwati (14), semuanya berasal dari SMPN 2 Toroh. Menurut Suwarto, para atlet yang dipersiapkan mengikuti Popda telah terseleksi secara ketat di tingkat cabang, sehingga diprediksi mampu berprestasi maksimal. ''Mereka sedang melakukan pemusatan latihan di GOR Jatidiri Semarang untuk menghadapi Popda,'' paparnya. (hs-62) |