| Selasa, 24 April 2007 | SEMARANG |
Dituduh Mencuri, Dikeroyok hingga TewasPABELAN- Ngatmo (35), warga Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, tewas dimassa warga Desa Terban, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Senin (23/4) pagi. Bapak dua anak ini dituduh mencuri ayam dan barang lainnya di dalam karung. Pengeroyokan diduga dilakukan puluhan warga itu terjadi sekitar pukul 06.00. Ngatmo meninggal, karena mengalami luka pukulan di sekujur tubuhnya. Menurut pemeriksaan dokter Esha Krestriana dari puskesmas setempat, korban mengalami luka pukulan dan robek, serta tengkorak belakang retak. Informasi mengenai aksi massa terhadap seseorang yang dituduh pencuri tersebut tersebar cepat hingga ke beberapa kecamatan lain yang berbatasan dengan Kota Salatiga. Hingga Senin siang kemarin, jenazah Ngatmo yang tergeletak di depan Balai Desa Terban, masih menjadi perhatian warga. Menurut Kaur Umum Desa Terban Sri Munfaati, warga trauma dengan aksi pencurian yang marak di desa mereka, sehingga hampir setiap malam dijaga. Warga sebelumnya juga telah mencurigai Ngatmo yang sering melintas di desa itu, padahal tidak memiliki keluarga di desa itu. Senin pagi ketika melintas di desa itu, warga mencurigai Ngatmo membawa seekor ayam dan karung berisi sejumlah barang. Saat ditanya Ngatmo tidak menjawab dan berusaha kabur. Ngatmo yang tetap bungkam membuat warga curiga. Mereka akhirnya mengeroyok hingga korban meninggal. Sejumlah petugas pos polisi Pabelan yang dipimpin Kapospol Iptu Mustafa langsung menuju lokasi kejadian untuk mengorek keterangan aksi tersebut. Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Agus Purwanto juga menuju lokasi kejadian. Namun, warga Desa Terban bungkam dan tidak menceritakan kejadian itu, karena takut. Mereka khawatir warga lain dijadikan tersangka pelaku penganiayaan. Barang bukti yang telah diamankan berupa ayam, 20 potong pakaian, satu gelang emas, dan panci tembaga. ''Belum ada warga yang memberikan kesaksian dan belum ada warga yang diamankan,'' kata Mustafa. Diminta Menyerah Menurut Mustafa, pihaknya akan menyidik kasus yang mengakibatkan kematian warga Cukilan, Kecamatan Suruh itu. Dia juga meminta para pelaku menyerahkan diri, sehingga proses hukum kasus itu dapat diselesaikan secepatnya. Mustafa mengungkapkan, pekan lalu pihaknya dan kecamatan baru saja melakukan penyuluhan hukum di Desa Terban. Sementara itu, Kades Terban Asrofi mendatangi keluarga korban di Desa Cukilan dan disepakati agar jenazah Ngatmo dikafani sebelum dibawa pulang. Mukiman (40), kerabat korban mengatakan, saudaranya itu sudah diingatkan oleh keluarga agar tidak mencuri lagi, namun laki-laki yang sudah beberapa tahun ini ditinggal istrinya menjadi TKW itu tak memedulikan. (H2,H14-37) |