| Selasa, 24 April 2007 | INTERNASIONAL |
Gerilyawan Irak Incar HarryLONDON - Kelompok-kelompok gerilyawan di Irak telah menyusun rencana terperinci untuk menangkap Pangeran Harry sebagai sandera kalau dia tiba di kawasan tersebut bulan depan. Demikian dilaporkan surat kabar Inggris Observer Minggu lalu. Menurut Observer, kelompok-kelompok paramiliter mengklaim bahwa mereka memiliki informan di barak-barak militer Inggris di Irak. Para informan itu akan terus mengamati pangeran Inggris yang berusia 22 tahun itu. Para komandan milisi mengatakan, foto Harry sudah disebarkan di kalangan gerilyawan di daerah yang bakal menjadi tempat penugasan Harry. Pemberitaan tersebut makin mengobarkan kecaman publik terhadap Kementerian Pertahanan Inggris. Masyarakat berpendapat, Kementerian Pertahanan seharusnya tidak mengizinkan Pangeran Harry bertugas di Irak karena dia akan dijadikan sasaran utama oleh gerilyawan. Namun meski ada kecaman tersebut, para pejabat pemerintah tidak ingin membuat pangeran itu tetap berada di dalam negeri. ''Orang-orang jahat tahu bahwa dia akan datang, dan kami memperkirakan mereka akan mempertimbangkannya sebagai sasaran tingkat tinggi,'' kata seorang juru bicara Kementerian Pertahanan seperti dikutip surat kabar itu Sabtu lalu. Harry akan bertugas bersama pasukan ''The Blues and Royals di Provinsi Maysan, Irak selatan. Pangeran yang dilatih sebagai seorang pemimpin pasukan itu akan membawahi 11 orang dan empat kendaraan intai lapis baja Scimitar. Kelompok yang menentang penugasan Harry mengatakan, keberadaannya di Irak akan meningkatkan risiko terhadap para prajurit di sekitar pangeran. ''Tidak mungkin saya pulang ketika orang-orang saya pergi berperang untuk negara,'' kata Harry tahun lalu setelah menyelesaikan pendidikannya di Akademi Militer Sandhurst. Pasukan ''The Blues and Royals'' adalah resimen kavaleri tertua Inggris. Dalam beberapa tahun terakhir ini, pasukan itu bertugas di Irlandia utara, perang Falklands (Malvinas) dan bersama PBB di Bosnia pada 1994-1995.(ant-25) |