| Senin, 23 April 2007 | MURIA |
Diduga Operasi Bocor, Trek-trekan BubarPATI - Operasi besar-besaran Polres Pati, Sabtu malam (21/4) lalu, diduga bocor. Tak pelak, Wakapolres Kompol Drs Carto Nuryanto MM atas nama Kapolres AKBP Drs Darto Juhartono yang memimpin operasi hanya bisa geleng kepala. Akan tetapi, kata dia, untuk operasi penyakit masyarakat (pekat), keamanan dan ketertiban sasarannya memang luas. Karena itu, hasil maksimal bukan menjadi target utama. Dengan kata lain, operasi yang juga digelar di jalan raya Pati-Kudus, khususnya terhadap pengendara roda empat adalah untuk memberikan rasa aman, serta efek jera bagi para pelaku pelanggaran. Karena itu, pengebut liar yang trek-trekan di jalan raya padat arus lalu lintas tersebut juga menjadi sasaran. Namun, mereka yang biasa berkumpul di sekitar Taman Hutan Kota (THK), begitu melihat kendaraan petugas melintas, semua bubar. Kendati operasi yang sudah beberapa saat tidak digelar itu sering bocor, tapi akan terus dilakukan. "Kendalanya, tentu menyangkut soal pembiayaan yang seharusnya mendapat dukungan dari pemkab setempat,"ujarnya. Ia menegaskan, dalam upaya menciptakan suasana Pati agar tetap kondusif, hal itu memang menjadi tanggung jawab pihaknya. Namun, peran serta pemerintah setempat dan masyarakat juga sangat menentukan. Satu misal, agar jalan raya yang merupakan ruang publik tidak menjadi arena kebut-kebutan, pemkab seharusnya menyediakan fasilitas khusus untuk mereka. Jika tempat untuk adu keberanian tanpa logika itu sudah disediakan, tapi mereka masih nekat turun di jalan raya. Efek Jera Bahkan, katanya lagi, untuk menciptakan efek jera pernah menyediakan ambulans untuk para pengebut liar. Ternyata, tidak juga membawa dampak apa-apa, tapi kalau petugas mengambil tindakan tegas, ada pihak yang meributkan. Mengingat kondisi kebanyakan anak-anak muda sudah demikian, maka alternatif yang masih bisa diharapkan adalah peran institusi pendidikan, dan orang tua. Maksudnya, guru pembimbing dan orang tua, tiap Sabtu malam bisa melihat siapa anak-anak muda itu yang ugal-ugalan di jalan raya. Hasil operasi di tempat hiburan malam baik kafe maupun karaoke, yang sebagian besar tutup. Operasi hanya menjaring empat perempuan muda pemandu karaoke (PK), tanpa identitas. "Dari hotel kelas melati, kami mengamankan enam pasangan selingkuh,"imbuhnya.(ad-61) |