logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 April 2007 MURIA
Line

Aparat Kantongi Satu Nama

  • Kasus Pembacokan Pemilik Toko Emas Kuda

REMBANG - Aparat Polres Rembang mengaku telah mengantongi satu nama, yang diduga mengetahui secara persis peristiwa pembobolan rumah, sekaligus toko emas Kuda yang disertai dengan pembacokan terhadap pemiliknya, Hadi Hartono dan Marisa. Kapolres Rembang AKBP Teguh Pristiwanto melalui Kasatreskrim AKP Nyamin mengatakan, satu nama tersebut masih disimpan dan terus diselidikinya.

"Satu nama itu belum bisa kami sebutkan namanya. Kami masih akan terus mencari dan sedapat mungkin meminta keterangan darinya," jelasnya singkat.

Ditambahkannya, untuk mengungkapkan kasus itu, pihaknya telah memeriksa empat orang saksi. Saksi pertama yang dimintai keterangan adalah karyawan toko emas Ngadiyono, yang tidur di lantai atas pada saat peristiwa pembacokan. Saksi lainnya yaitu tiga orang tetangga korban yang memergoki pelaku. "Namun dari keterangan mereka kami belum bisa mengarah kepada siapa tersangkanya," terangnya.

Barang Bukti

Selain mencari keterangan dari para saksi, dia mengatakan, pihaknya juga tengah memeriksa barang bukti yang ditinggalkan pelaku di tempat kejadian. Namun, dalam pemeriksaan barang bukti ini, aparat juga masih belum menemukan sidik jari dari pelaku.

Seperti diberitakan (Suara Merdeka 21/4) pemilik toko emas Kuda, Hadi Hartono dan Marisa, dibacok oleh seseorang tak dikenal dengan menggunakan sabit. Pelaku yang diduga satu orang itu kemudian melarikan diri lewat pintu rumah depan. Saat melarikan diri melalui gang sempit di sebelah utara toko itu, pelaku sempat dipergoki oleh Siti Muryati, penjual nasi yang biasa mangkal di dekat toko mas Kuda. Pelaku menurut saksi memiliki postur sedang dengan tinggi sekitar 170 cm. Pelaku, pada saat melakukan aksinya mengenakan jaket merah, kaus coklat dan celana 3/4, serta mengenakan tas punggung berwarna hitam.

Setelah kejadian pembacokan itu, toko emas Kuda hingga kemarin masih belum buka. Sejumlah rekan korban mengatakan, kondisi korban sudah mulai membaik. Rekan korban juga mengatakan, selama ini korban dikenal sebagai orang yang baik dan tidak memiliki musuh. (H19-15)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA