| Senin, 23 April 2007 | SEMARANG |
Janda Lebih UnggulSALATIGA- Siapa bilang seorang janda bak kata pepatah, habis manis sepah dibuang. Buktinya, di suatu daerah di Jawa Barat seorang wanita yang telah beberapa kali bersuami, atau sering disebut janda, justru makin banyak dicari kaum laki-laki. ''Semakin banyak seorang perempuan memiliki suami atau terus menjadi janda, maka perempuan itu semakin unggul,'' kata anggota DPR RI Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi, Sabtu (21/4) pagi. Perkataan yang disampaikan Khofifah dalam seminar nasional bertema ''Poligami dan Pemberdayaan Perempuan Muslim Indonesia'' di aula kampus STAIN Salatiga itu, langsung disambut tertawa para pesertanya. Namun mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan di era Presiden Gus Dur itu justru balik bertanya pula, apakah fenomena itu merupakan keunggulan atau masalah sosial. ''Ini merupakan keunggulan kompetitif perempuan atau masalah sosial. Hal ini tentunya menjadi masalah pro dan kontra di masyarakat,'' jelasnya. Seminar itu menghadirkan pembicara lainnya, Staf Ahli Menteri Bidang Agama Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan Prof Dr Hj Zaetunah Subhan, Ketua Departemen Data dan Informasi Majelis Mujahiddin Indonesia Fauzan Al Anshari, dan Dosen STAIN Prof Dr Muh Zuhri MA. Sementara itu Zaetunah mengatakan, poligami yang dilakukan pada masa Nabi Muhammad SAW dijadikan pembenaran oleh para pelaku poligami sekarang ini. Padahal latar belakang poligami pada saat itu berbeda dengan kondisi sekarang. Menurutnya, Islam memperbolehkan poligami dengan berbagai syarat seperti bisa bertindak adil. Poligami pun dilakukan dalam kondisi tertentu, sedangkan pada saat normal poligami tidak diperbolehkan. Poligami yang muncul di masyarakat sekarang ini cenderung negatif, sebagai contoh mengakibatkan tekanan pada istri pertama, rawan kekerasan, dan lemah posisinya. Sedangkan Fauzan mengatakan, menjalankan poligami cukup berat. Banyak pemerintah yang melarang warganya berpoligami seperti di Indonesia lewat PP 10/1983 bagi PNS. Padahal poligami adalah fitrah bagi pria. Akibat larangan poligami muncul istri simpanan dan kemaksiatan yang disebut selingkuh. (H2-16) |