logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 April 2007 INTERNASIONAL
Line

Amerika Melunak terhadap Iran

TEHERAN - Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda melunakkan sikapnya terhadap Iran. Namun Teheran belum memutuskan untuk menghadiri konferensi dengan pejabat AS untuk membahas masalah Irak.

Hal itu diungkapkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Mohammad Ali Hosseini, kemarin, saat dimintai pendapat mengenai perubahan sikap Amerika terhadap Republik Islam tersebut.

"Saya sependapat bahwa ada tanda-tanda pelunakan sikap AS, dilihat dari pernyataan Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice dan beberapa pejabat lain Amerika," kata Hosseini.

"Jika memang ada kemauan baik dan jika mereka memperbaiki sikap, hal itu akan menciptakan peluang untuk meninjau kembali hubungan kami selama ini."

Saat ditanya apakah Teheran akan menghadiri konferensi mengenai Irak, Hosseini menjawab Teheran akan membuat keputusan setelah bertemu dengan menteri luar negeri Irak pekan ini.

Konferensi tentang Irak itu akan diselenggarakan di daerah wisata Sharm el-Sheikh, Mesir, awal bulan depan. Negara-negara yang ambil bagian dalam pertemuan itu antara lain Suriah, Turki, dan Amerika Serikat. Pertemuan tingkat tinggi itu merupakan kelanjutan dari konferensi serupa yang diadakan di Bagdad Maret lalu.

Siap Berunding

Awal bulan ini, sebuah koran Iran melaporkan bahwa Republik Islam kemungkinan besar tidak akan berpartisipasi dalam konferensi di Mesir itu apabila pasukan Amerika tidak membebaskan lima warga Teheran yang mereka tawan di Irak.

Namun Hosseini membantah laporan itu. Dia menegaskan, Teheran tidak mengaitkan partisipasi dalam pertemuan itu dengan isu lainnya. "Soal berpartisipasi atau tidak atau bagaimana tingkat partisipasinya, kami masih mengkajinya," katanya.

Menurut rencana, menteri luar negeri Iran dan Irak akan bertemu pekan ini. "Setelah pertemuan itu, kami akan mengumumkan keputusan final mengenai keikutsertaan kami dalam konferensi di Mesir," kata Hosseini.

Departemen Luar Negeri AS telah menyatakan bahwa Rice akan menghadiri konferensi Mesir itu. Washington juga bersedia melakukan perundingan langsung dengan Iran mengenai masalah Irak.

Amerika memutus hubungan diplomatik dengan Teheran sejak 1980, setelah revolusi Islam dan aksi penyanderaan puluhan warga Amerika oleh mahasiswa Iran.

Beberapa tahun terakhir, hubungan Washington-Teheran kian memburuk antara lain karena sengketa nuklir Iran. Selain itu, Amerika menuduh Iran mendukung militan syiah untuk melawan tentara AS di Irak.

Beberapa waktu lalu, tentara Amerika menahan lima warga Iran di Irak. AS mencurigai kelima orang itu anggota pasukan elite Garda Revolusi Iran. Namun Teheran menyatakan, kelimanya adalah diplomat.

Namun kemarin, Hosseini mengatakan ada tanda-tanda positif mengenai nasib lima warga Iran tersebut. "Kami berharap, Amerika meratakan jalan pembebasan mereka secepat mungkin."

Di Bagdad, pejabat Kementerian Luar Negeri membenarkan bahwa Menlu Irak Hoshiyar Zebari telah menerima undangan dari Menlu Iran. Kedua menteri itu akan membahas konferensi Mesir dan isu-isu lain.

"Kami kira, kehadiran Iran dan negara-negara tetangga lainnya sangat penting bagi kesuksesan konferensi Mesir itu," kata Deputi Menlu Irak Labeed M Abbawi.(rtr-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA