| Senin, 23 April 2007 | BUDAYA |
SPOTBolang Bikin RiangSAAT ditanya sang guru tentang acara televisi yang disukai, Aisyah, siswi kelas IV SD, menjawab, "Si Bolang." Ya, siapa anak-anak yang tak menyukai acara itu? Acara itu tak cuma menarik, tetapi juga mendidik dan tepat dikonsumsi anak-anak. Suami saya pun girang karena saat menonton seperti diingatkan pada masa lalunya. "Si Bolang" melukiskan aktivitas sehari-hari anak-anak sepulang sekolah di sebuah desa. Bagi anak-anak di kota besar yang jauh dari pedesaan, menonton "Si Bolang" ibarat menyelam ke dunia lain. Namun bukan berarti tayangan itu tak menarik bagi anak-anak desa. Meski keseharian mereka sama dengan si Bolang, misalnya bermain bersama seusai sekolah, berjalan di pematang sawah yang hijau membentang bak permadani, melewati rumpun bambu, beramai-ramai berenang dan mencari ikan di sungai, selalu ada sesuatu yang baru. Sebab, si Bolang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan keunikan masing-masing. Mencari ikan di sungai dan laut, misalnya, tentu berbeda. Asep dan kawan-kawan, si Bolang dari Cirangkong, Sumedang, Jawa Barat, mencari ikan di sungai dengan bebentosan, melempari ikan di sungai dengan batu besar. Cara lain adalah kakodoan (semoga saya tidak salah). Dengan tangan kosong, mereka merogohi lubang persembunyian ikan. Itu jelas menambah pengetahuan. Usai mencari ikan, si Bolang dan kawan-kawan berlompatan dari atas jembatan, lalu... jeguur! Mereka berenang dengan riang di sungai. Bagaimana si Bolang yang bermukim dekat laut? Usai mengayuh perahu, dia dan kawan-kawan pun berlompatan ke air dan menyelam mencari ikan. Lihatlah, betapa asyik bocah di Kepulauan Ayau. Mereka piawai berenang dan punya cara unik mencari ikan. Mereka tak memancing atau menjaring, tetapi memanah ikan dengan peralatan seadanya. Para bocah itu mengajarkan keberanian, kebersamaan, dan saling bantu. Mereka mau berbagi dan tak menang sendiri. Meski disajikan setiap hari, tayangan pada pukul 12.30 berdurasi 30 menit itu tak bakal kehabisan cerita. Bukankah alam dan budaya Indonesia sedemikian kaya dan beragam? Trans 7 memang cukup cerdas. Penayangan seusai jam sekolah membuat anak-anak bisa menikmati sembari makan siang. Durasi 30 menit juga membuat acara itu tak mengganggu waktu tidur siang anak-anak. Anak-anak lain yang pulang lebih siang tak perlu kecewa. Ada acara serupa, "Surat Sahabat" di Trans TV pukul 14.30. Mereka pun bisa mengikuti "Si Bolang" pada hari Minggu. Apalagi bila sekolah yang menerapkan waktu belajar sampai sore sekali-sekali menyetel televisi saat "Si Bolang" ditayangkan. Bisa dipastikan, para siswa bakal segar dan riang. (53) |