logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 18 April 2007 NASIONAL
Line

Pembangunan PLTN, Aman atau Membahayakan (1)

Peringatan Dini dari Patahan Muria


SM/Muhammadun Sanomae KAWASAN LEMAH ABANG: Calon lokasi PLTN di kawasan Lemah Abang, Desa Balong, Kecamatan Kembang, Jepara.(30)

Sejak awal April lalu, ada penelitian geologi Semenanjung Muria. Kegiatan itu dikaitkan dengan rencana pembangunan megaproyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Berikut laporan wartawan Suara Merdeka Muhammadun Sanomae dan Sukardi .

APAKAH kawasan semenanjung Muria sangat aman untuk lokasi pembangunan PLTN? Pertanyaan itu selalu muncul pada setiap kegiatan sosialisasi atau diskusi tentang PLTN.

Kampanye massal ''perlunya'' PLTN dibangun di kawasan Jepara sudah dilaksanakan badan tenaga atom nasional (Batan) sejak awal 1990-an. Bahkan, di Jepara pernah diadakan penataran juru penerang PLTN kerja sama Kantor Departemen Penerangan dan Pemda setempat.

Para tokoh masyarakat dan agama dikumpulkan untuk diberi pembekalan seputar manfaat teknologi nuklir bagi manusia. Salah satunya manfaat nuklir bisa menjadi alternatif bagi penyediaan energi listrik.

Pada kesempatan lain, para juru penerang dan pejabat serta anggota legislatif juga diajak melihat langsung reaktor nuklir milik Batan di Serpong, Tangerang.

Namanya juga orang awam dalam bidang teknologi nuklir, ketika sudah diberi penjelasan bahwa PLTN sangat aman dibangun di Jepara, sebagian masyarakat langsung percaya 100 persen. Bahkan, kepada mereka juga diberi gambaran, masuknya PLTN dengan kapasitas besar pertama di Indonesia akan memberikan kesejahteraan.

Pada sebuah sesi sosialisasi PLTN di Jepara, Agustus 2006, pelawak yang tampil di panggung menyampaikan ''pesan sponsor'', dari pada hidup dengan sentir (lampu minyak) lebih baik menerima nuklir.

Maksud dari pesan yang disampaikan kurang lebih berarti, jika masyarakat menolak kehadiran PLTN untuk menyuplai energi listrik, maka masyarakat akan mengalami kemunduran. Akibat kekurangan listrik, kembali mengandalkan lampu minyak untuk penerangan.

Kondisi Riil

Kembali ke pertanyaan ''klise'' soal keamanan PLTN, tentu jawabnya tak sederhana. Pernyataan pejabat Batan maupun Pemerintah bahwa Semenanjung Muria sangat aman untuk PLTN harus didukung dengan kondisi riil di lapangan. Salah satunya adalah keamanan kawasan Semenanjung Muria dari ancaman gempa bumi.

Peneliti Puslitbang Geologi Kelautan Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menemukan dua patahan (sesar) besar di kawasan Muria.

''Berdasarkan ciri-ciri pendukung yang kami temukan, ada dua patahan besar di kawasan gunung Muria, di Rahtawu dan Tempur,'' ungkap Priyantono, peneliti Puslitbang Geologi Kelautan, yang melakukan aktivitas di Jepara sejak 2 April.

Keadaan alam yang mendukung adanya patahan, antara lain banyak ditemukan air terjun dan adanya bidang patahan. Kedua patahan membujur dari selatan ke utara.

Dikatakan, patahan besar Rahtawu (Kecamatan Gebog, Kudus) posisinya sejajar dan tidak menyambung dengan Patahan Tempur (Keling, Jepara).

''Untuk patahan Tempur menyambung sampai Gunung Genuk dekat Benteng Portugis. Di sekitar Gunung Genuk ditemukan banyak patahan kecil.''(60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA