logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 18 April 2007 INTERNASIONAL
Line

LINTAS JAGAT

Wali Kota Nagasaki Ditembak

TOKYO - Wali Kota Nagasaki Itcho Ito (61) ditembak oleh anggota sindikat kriminal Jepang, kemarin. Ito terluka parah dan kondisinya kritis. Insiden penembakan itu terjadi di depan stasiun kereta api sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

Kantor berita Kyodo melaporkan, pelaku penembakan itu ditangkap di tempat kejadian. Diduga kuat, pelaku adalah anggota kelompok kriminal terbesar di Jepang, yakni Yamaguchi Gumi.

Televisi NHK melaporkan, wajah Ito sangat pucat. Dia tidak dapat merespons berbagai cara komunikasi yang dilakukan petugas medis. Meski sudah tiga kali terpilih, Ito kembali ikut mencalonkan diri untuk pemilihan wali kota Minggu mendatang.

Insiden penembakan Ito itu mengingatkan kembali warga Jepang pada peristiwa 1990 ketika Wali Kota Hitoshi Motoshima diberondong tembakan oleh anggota ekstrem kanan. Motoshima ditembak tak lama setelah dia menuntut Kaisar Hirohito bertanggung jawab atas kekejian tentara Jepang pada Perang Dunia.

Nagasaki terletak di Pulau Kyushu, Jepang selatan. Kota itu dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat pada 9 Agustus 1945.(rtr-ben)

Akhiri Boikot Palestina

GAZA - Rusia, China dan Swiss telah memberi tahu Otoritas Palestina bahwa mereka tidak lagi memboikot pemerintah koalisi baru itu. ''Ini merupakan langkah positif yang baik dan sangat dihargai,'' Menteri Informasi Palestina Mustafa Barghouti, kemarin.

Pemerintah Eropa dan Barat telah memberlakukan sanksi ekonomi dan diplomatik terhadap Palestina, setelah Hamas menang pemilu dan berkuasa tahun lalu. Boikot itu dilakukan karena Hamas menolak tuntutan untuk mengakhiri cara-cara kekerasan, mengakui Israel, dan menerima kesepakatan damai sebelumnya.

Palestina berharap, aksi boikot itu berakhir setelah awal tahun ini Hamas sepakat untuk berbagi kekuasaan dengan kelompok Fatah pimpinan presiden Mahmud Abbas.

Namun, kuartet mediator perdamaian internasional tetap melakukan sanksi finansial itu. Sebab, program dasar pemerintah baru Palestina itu tidak secara tegas mengakui Israel atau mengakhiri kekerasan. Pemerintah koalisi itu hanya berjanji akan menghormati kesepakatan damai sebelumnya.(ant-25)

Siap Gulingkan Putin

MOSKWA - Meskipun telah ditegur oleh lingkaran kekuasaan Kremlin, konglomerat Rusia Boris Berezovsky tetap mengancam akan menggulingkan Presiden Vladimir Putin melalui revolusi.

Dalam wawancara dengan majalah Newsweek edisi Rusia, Berezovsky memprediksikan gerakan anti-Putin akan terjadi tahun ini.

Saat ditanya kapan revolusi itu akan terjadi, dia menjawab, ''Saya punya firasat, revolusi itu akan berlangsung tahun ini.''

Pekan lalu, miliarder Rusia yang menjalankan bisnis di Inggris itu menyatakan sedang menyusun rencana untuk menggulingkan Putin. Pernyataan tersebut mencuat setelah Moskwa meminta Inggris mengekstradisi Berezovsky.

Konglomerat itu tidak menyebutkan pasukan yang dia biayai di Rusia. Ketika ditanya apakah pasukan itu meliputi orang-orang dari lingkaran dalam Putin, Berezovsky menjawab: ''Ya, tentu saja.''

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menganggap pernyataan Berezovsky sebagai khayalan orang yang putus asa. ''Saya yakin, dia tidak punya kontak dengan lingkungan istana presiden atau orang-orang yang dekat dengan Putin,'' kata Peskov. ''Saya tidak ragu lagi, dia berhubungan dengan kelompok pemikiran dan oposan.''(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA