logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 18 April 2007 EKONOMI
Line

Tol Semarang-Solo Hidupkan Ekspor-Impor

SEMARANG-Gubernur Jateng H Mardiyanto berharap rencana pembangunan tol Semarang-Solo segera terealisasi. Sebab, jalan bebas hambatan itu diyakini menjadikan dunia usaha di Jawa Tengah makin berkembang.

''Sekarang ini sangat dibutuhkan jalan bebas hambatan Semarang-Solo. Hal itu untuk memudahkan akses perdagangan ekspor-impor. Ini dibutuhkan waktu dan kerja sama dengan berbagai pihak,'' katanya, saat meresmikan penggunaan Container Crane (CC) 06 dan 07 di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), Selasa (17/4).

Dia optimistis, arus barang di TPKS terus meningkat. Sebab, Pelabuhan Tanjung Emas memiliki lokasi strategis dan relatif terjangkau dengan lokasi industri. Dengan demikian, bisa mengurangi biaya pengangkutan. ''Hal ini akan memberikan keuntungan bagi pengusaha,'' katanya.

Rabu (18/4), dia akan menerima kunjungan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT). Pihaknya akan melakukan koordinasi untuk merealisasikan pembangunan jalan tol Semarang-Solo. Pihaknya juga telah menyiapkan konsep tersebut. Adapun lelang telah dilakukan di tingkat nasional.

Dirut PT Pelabuhan Indonesia III, Suprihat mengatakan, TPKS merupakan terminal peti kemas terbesar ketiga se-Indonesia, setelah Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Perak Surabaya. Penggunaan CC baru senilai Rp 100 miliar itu, diharapkan makin meningkatkan kinerja bongkar kontainer. ''CC baru ini dimaksudkan untuk mengantisipasi lonjakan bongkar kontainer,'' katanya.

GM TPKS, Udaranto menambahkan, kini pihaknya telah memiliki tujuh CC, terakhir nomor 06 dan 07. Adapun dua CC yang lama, kata dia, direlokasi ke Pelabuhan Banjarmasin Kalimantan Tengah. Kelebihan CC baru itu, kata dia, mampu membongkar lima tier on dack (lima tumpuk dari dek dasar kapal).

Sedangkan CC lama hanya mampu membongkar tiga tier on dack. Sedang kapasitas lebar bongkar, mampu menata sampai 12 raw (baris kontainer), sedang CC lama hanya 9 raw.

Terbesar Ketiga

Ketua DPC Indonesian National Shipowners Association (INSA) Semarang Eddy Raharto menyambut baik penggunaan CC 06 dan 07. Dia berharap dengan beroperasinya CC, proses bongkar muat peti kemas akan semakin cepat dan efisien. ''Ini sangat membantu kami. Karena itu, kami berharap produktivitasnya bisa terus ditingkatkan,'' katanya.

Hal senada diungkapkan Henky Sudirgo, finance director PT Layar Sentosa Shipping Corporation. Dia mengatakan, saat ini dalam bisnis jasa pengiriman peti kemas, Kota Semarang termasuk terbesar ketiga, setelah Jakarta dan Surabaya. ''Efisiensi waktu sudah menjadi tuntutan, apalagi dibandingkan dengan negara-negara lain, kita masih tertinggal,'' katanya.

Menurut dia, hingga saat ini perusahaan yang berpusat di Jakarta ini mengoperasikan tiga dari delapan kapalnya untuk melakukan bongkar muat di TPKS. Setiap bulannya tercatat 16.000 kontainer dari Semarang dikirim ke Amerika Serikat dan Eropa. ''Semarang sangat potensial, karena itu setiap minggunya ada satu kapal berkapasitas 750 kontainer yang singgah di terminal ini.''

Namun, Henky juga menyoroti tarif bongkar muat peti kemas yang dinilainya cukup tinggi dibanding negara-negara ASEAN. (G5,D2-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA