logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 14 April 2007 PANTURA
Line

Penyepuhan Logam dengan Emas

Perhiasan Lama Jadi seperti Baru

JANGAN lekas putus asa jika Anda punya perhiasan dari logam yang kusam setelah lama dipakai. Anda tetap bisa membuat perhiasan itu tampak baru lagi dengan penyepuhan.

Sejumlah penyedia jasa penyepuhan logam akan melayani permintaan itu tanpa meminta Anda menunggu terlalu lama. Salah satunya jasa penyepuhan logam milik almarhum H Castro yang kini diteruskan anak dan cucunya. Usaha itu dibuka di sebuah kios kompleks Pasar Wiradesa di Jalan Raya Wiradesa, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

24 Karat

Yalil (38), salah seorang pengelola usaha, Selasa (10/4) menuturkan, sepuh logam juga biasa disebut orang dengan istilah "sadur" atau "cuci".

Proses penyepuhan menggunakan emas 24 karat untuk membuat perhiasan tampak baru lagi. Dia menyebutkan, logam yang bisa disepuh adalah emas, perak, tembaga, dan kuningan. Penyepuhan dilakukan pertama-tama dengan merendam perhiasan di dalam air panas yang sebelumnya dibubuhi potas.

Kemudian, perhiasan dicuci dengan buah lerak dan disikat dengan saksama. Setelah benar-benar bersih, perhiasan dicelupkan dalam larutan potas dan emas yang dipanasi. Untuk membuat larutan sepuh, emas dikaitkan pada kawat tembaga yang disambungkan pada kutub positif aki kering.

Logam yang disepuh dikaitkan pada kawat tembaga pada sambungan kutub lain. Untuk meratakan lapisan, perhiasan digoyang-goyangkan beberapa kali.

Ongkos untuk jasa itu, ujar Yalil, Rp 5.000-Rp 20.000 tergantung pada besar-kecilnya perhiasan. Selain penyepuhan, dia juga melayani patri dan pembuatan perhiasan.

Isbandiyah (25), pelanggan asal Desa Wonokerto, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan yang menyepuhkan satu set cincin, gelang, dan kalung menuturkan, jasa penyepuhan menjadi pilihannya daripada menjual dan mengganti dengan yang baru. "Lebih irit, saya rasa," ucap dia.

Ja'far (42), makelar emas di pertigaan Jalan Raya Sragi, Kabupaten Pekalongan juga menyediakan jasa tersebut.

Sejumlah makelar lain yang bisa melayani jasa itu tersebar di Comal, Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Batang. (Siti Kholidah-69)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA