| Kamis, 12 April 2007 | SALA |
Listrik Sehari NyalaPASANG listrik sehari langsung menyala? Ya, program itu kini dilaksanakan PLN APJ Surakarta. Jika syarat-syarat dipenuhi, kata Kepala PLN APJ Surakarta J Wahyono, tidak ada alasan menunda-nunda. Pogram bernama "Cerah" itu mulai direalisasi, Selasa lalu. Giliran pertama untuk warga Dusun Ngrapoh, Desa Ketos, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri. Setelah calon pelanggan melunasi biaya penyambungan dan uang jaminan, listrik langsung menyala pada hari itu juga. Sudah puluhan tahun warga desa itu mendambakan aliran listrik. Setelah lama menunggu, baru Selasa lalu menjadi kenyataan. "Saya ikut senang, sekarang warga desa itu tidak lagi menggunakan teplok," ujar Wahyono, kemarin. Program itu diprioritaskan bagi warga yang telah lama mendambakan listrik. Mereka umumnya berada di desa-desa terpencil. Namun di desa terpencil belum tentu permohonan sehari langsung menyala, demikian pula di kota. Ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi. Yakni, jaringan telah tersedia, muatan trafo di lokasi tidak melebihi kapasitas, serta tersedia dana untuk investasi. Akibat terbentur persyaratan itu PLN tak mungkin bisa mewujudkan impian warga yang mendambakan listrik secara cepat. Dana PLN terbatas sehingga tak mampu membangun jaringan. Biaya pembangunan jaringan sangat mahal sehingga dibutuhkan peran pemerintah daerah. Contohnya di Wonogiri pembangunan jaringan dilakukan oleh pemkab. Begitu jaringan selesai dibangun, PLN segera menindaklanjuti. Program serupa pekan depan direalisasi di Sragen. Jaringan di situ juga dibangun pemkab. Setelah itu Sukoharjo yang jaringannya dibangun sendiri oleh PLN. (Subakti A Sidik-27) |