| Kamis, 12 April 2007 | SEMARANG |
Wartawan pun Terimbas Virus Tukul
TALKSHOW Empat Mata yang dipandu Tukul Arwana saat ini memang sangat digemari masyarakat. Tukul yang selalu menamakan dirinya Reinaldi itu pun menuai sukses besar berkat acara itu. Setelah virus Tukul menyebar luas di kalangan wartawan Semarang, para jurnalis di kota kecil seperti Salatiga tak kalah meminatinya. Kaos bergambar wajah Tukul dengan senyuman khasnya pun dipesan khusus dari Semarang, sebagai simbol kecintaan para wartawan. Istilah "Tak Sobek-Sobek" yang selalu diucapkan pelawak asli Semarang itu tertulis di atas gambar wajah komedian itu. "Tukul mampu membawakan acara dengan baik dan lucu berkat kepolosan dan kebodohannya. Tapi justru itulah yang ternyata membawa kesuksesannya. Sebagai warga Jateng, kami bangga atas keberhasilannya," ungkap Mashuri AK, dewan penasihat Persatuan Wartawan Salatiga (PWS). Sedikitnya 15 wartawan media cetak maupun elektronik, kini telah menjadi pecinta Tukul atau "Tukuler", sejak mereka mengenakan kaos tersebut. PWS sengaja memilih kaos dengan corak seperti yang dikenakan wartawan di Semarang. Hal itu dimaksudkan agar kesatuan wartawan tetap terjaga utuh. "Selain itu dimaksudkan juga untuk eksklusifitas karena kaos itu kan tidak dijual secara umum di toko-toko," kata dia. Wartawan Wawasan itu mengaku harus menunggu selama lebih dari sepekan untuk mendapatkan kaos, yang mengekspresikan kecintaan pada sang komedian. Menurut Ketua PWS, Dinar, kaos itu bisa diartikan juga sebagai simbol kewartawanan. Dengan mengenakan kaos edisi terbatas itu, narasumber akan mengetahui yang mengenakan adalah wartawan yang sebenarnya. Tak hanya di kalangan jurnalis, para PNS di lingkungan Pemkot ternyata tak sedikit yang berminat menjadi Tukuler. (74) |