| Kamis, 12 April 2007 | SEMARANG |
Konsep Baru Promosi KesehatanSEMARANG- Pesan kesehatan tidak selalu disampaikan dengan menampilkan sosok dokter bahkan menteri kesehatan. Cara itu dirasakan mengabaikan aspek interesting dan entertaining yang dibutuhkan demi efektifitas penyampaian pesan kepada khalayak. Hal itu dikatakan Adhy Trisnanto, praktisi komunikasi pemasaran dan brand consultant pada kuliah umum Program Magister Promosi Kesehatan Undip, baru-baru ini. Adhy juga menjelaskan latar belakang munculnya konsep integrated marketing communication (IMC). "Sekedar menyampaikan pesan, betapapun kreatifnya pesan itu, tidak lagi memadai ketika jumlah brand message banyak bertebaran lewat beragam media," kata dia Yang dibutuhkan saat ini adalah pemanfaatan database khalayak sebagai hasil perkembangan teknologi. "Hal itu mendorong terjadinya customer relationship, interaksi berkesinambungan membuat orang memiliki loyalitas terhadap brand." Loyalitas akan membuat orang melakukan retensi. Situasi itu jauh lebih mudah ketimbang harus mencari konsumen baru. Program Magister Promosi Kesehatan Undip saat ini mempersiapkan pelatihan dasar komunikasi pemasaran. Pelatihan akan digelar awal Juni mendatang. "Ini wujud keprihatinan kami terhadap praktik promosi kesehatan kita yang tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga. Peserta pelatihan kami batasi tidak lebih 100 peserta agar kelas bisa efektif," jelas Drg Zahrah Shaluhiyah MPH PhD, ketua program. Beberapa praktisi juga menyatakan kesanggupannya menjadi instruktur, antara lain Dr Ishadi, Adhy Trisnanto, Gardjito Kasilo. Besar Tirtohusodo SKom MKes juga mengemukakan optimismenya, "Kami sudah melakukan pendekatan ke berbagai institusi kesehatan, mereka sangat antusias. Kami terpaksa menolak peserta yang terlambat mendaftar, atau membuat beberapa angkatan." Batasan jumlah peserta menyebabkan hanya ada 15 mahasiswa yang bisa mengikuti program angkatan pertama.(F2-56) |