| Kamis, 12 April 2007 | INTERNASIONAL |
Muslim Jerman Perkuat PosisiBERLIN - Kelompok-kelompok muslim di Jerman sepakat untuk membentuk sebuah organisasi payung untuk memperkuat posisi mereka dan memudahkan komunikasi dengan pemerintah. ''Kami menanggapi keinginan kalangan muslim, para politikus, dan masyarakat umumnya untuk membentuk satu organisasi yang mudah dikontak,'' kata Sekretaris Jenderal Dewan Pusat Muslim Jerman (ZMD) Aiman Mazyek. Organisasi payung itu bernama Dewan Koordinasi Muslim Jerman (KRM). Empat anggota pendiri KRM adalah Uni Islam Turki (DITIB), Asosiasi Pusat Budaya Islam (VIKZ), ZMD dan Islamrat. Mazyek mengatakan, KRM mewakili sekitar 2.000 dari 2.500 komunitas masjid di Jerman. ''Kami mewakili mulai dari muslim konservatif sampai liberal. Organisasi kami ini mirip rangkaian bunga aneka warna. Kami tidak hanya mewakili satu sudut pandang,'' ujarnya. Selama ini, kelompok-kelompok muslim di Jerman terpecah-pecah. Akibatnya, suara muslim di Jerman kurang didengar. Pemerintah juga kesulitan untuk berkomunikasi dengan mereka. Padahal, saat ini ada sekitar 3,2 juta warga muslim di Jerman. Populasi mereka merupakan yang terbesar kedua di Eropa barat, setelah Prancis. Sekitar 2,5 juta warga muslim Jerman adalah keturunan Turki. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri menyambut baik pembentukan KRM. Beberapa tahun terakhir, pemerintah gencar mengupayakan dialog dengan kelompok-kelompok muslim Jerman, karena khawatir komunitas itu dimanfaatkan oleh kalangan radikal. Isu-isu seperti pendidikan keagamaan, pelatihan imam, dan islamofobia menjadi perhatian utama Pemerintah Jerman. September lalu, pemerintah mengadakan konferensi dengan kelompok-kelompok muslim. Hasil konferensi itu akan dibahas dalam pertemuan lanjutan yang akan dilaksanakan pada minggu pertama Mei 2007. ''Sebagai suatu komunitas, kita menghadapi banyak tantangan. Saya kira, jauh lebih mudah jika kita bekerja sama untuk menghadapi tantangan itu,'' kata Ali Kizilkaya, ketua Islamrat.(rtr-ben) |