SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Senin, 09 April 2007

Tahun 2007 benar-benar menjadi catatan hitam dalam sejarah transportasi di Indonesia. Kecelakaan demi kecelakaan terjadi secara beruntun baik di darat, laut maupun udara. Terakhir Sabtu lalu, kereta api (KA) Tawang Jaya jurusan Jakarta-Semarang anjlok di Tegal dan mengakibatkan 2 orang tewas serta 23 lainnya luka-luka. Maka semakin panjanglah daftar kecelakaan moda transportasi khususnya kereta api. Bahkan berdasarkan data yang ada, kecelakaan KA di Indonesia termasuk yang sangat tinggi intensitasnya dalam beberapa tahun terakhir. 

Hari ini Timor Leste - dahulu bernama Timor Timur - melaksanakan pemilihan presiden. Sejumlah bentrokan pecah di kalangan pendukung para kandidat. Untung, tidak meluas. Aksi kekerasan semacam itu agaknya biasa terjadi di suatu negara yang baru saja menerapkan demokrasi secara penuh. Kita masih ingat, bagaimana para pendukung partai-partai utama di Indonesia melakukan serangkaian tindakan yang amat menakutkan masyarakat pada awal era reformasi. Setiap masa kampanye, hampir dapat dipastikan terjadi perusakan dan intimidasi.

Seyogianya para mahasiswa menyiapkan diri untuk terus bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas, agar bisa tercapai semua keinginannya.

Ada tiga sahabat dari Prancis, Amerika, dan Indonesia. Ketika ketiganya berjalan bersama tiba-tiba si Prancis buang angin, dan spontan bilang: Pardon moi

MENGHADAPI kerusakan hutan secara nasional, Pemerintah Pusat lewat UU Kehutanan mengeluarkan skema social forestry yang memiliki lebih dari 21 model untuk mengembalikan fungsi hutan. Namun semuanya tetap mengacu pada satu semangat, hutan lestari masyarakat mukti. 

Saya terhenyak menyaksikan kejadian di depan mata pada 1 April 2007 tepatnya pukul 14.05 WIB di depan kantor BKK Purwanegara, Banjarnegara. Beberapa motor impor, ber-CC besar berkonvoi dengan gagahnya. Mereka dikawal polisi melaju kencang di jalanan umum tanpa mau disalip (didahului).

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA