logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 09 April 2007 SALA
Line

6.000 Burung Puyuh Mati Mendadak

KLATEN - Kematian unggas di Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, meluas ke desa tetangga. Sebanyak 6.000 ekor puyuh milik Sudiharjo (50), warga Dusun Tanjungarum, Desa Glagahwangi, mati mendadak.

Kematian ternak puyuh itu terjadi beberapa hari setelah puluhan ayam kampung milik Slamet Widodo, warga Dusun Sidomulyo, Desa Glagahwangi juga mati. Diduga unggas-unggas tersebut terserang flu burung.

''Mula-mula hanya 10 ekor yang mati. Kemudian 30 ekor, dan terus bertambah dari hari ke hari hingga 6.000 ekor. Daripada ludes semua, sebagian yang belum mati cepat-cepat saya jual,'' ujar Sudiharjo, Minggu (8/4).

Dia tidak tahu dengan pasti, apa penyebab kematian puyuh peliharaannya. Dia mengaku rugi Rp 15 juta. Total puyuh yang dia ternak, sebelum ada yang mati, adalah 8.000 ekor.

Semua puyuh yang mati langsung dikubur. Kandang yang sudah kosong pun dia sterilkan.

Mengenai ayam-ayam milik Slamet Widodo, Subdin Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Klaten menyatakan ayam-ayam itu mati karena serangan flu burung (avian influenza - AI).

Sebenarnya, bukan kali pertama ini puyuh yang diternak oleh Sudiharjo kedapatan mati. Setiap tahun ada saja puyuh yang diternaknya mati. Namun, kali ini jumlahnya banyak sekali.

Dia sudah melapor ke kantor desa. Dia berharap, Pemkab Klaten segera turun tangan. Meskipun puyuhnya sudah ludes, dia tidak ingin peternak lain mengalami kerugian serupa.

Ayam Dikandangkan

Dia menduga, puyuhnya bukan tertular penyakit yang menyerang ayam kampung di Dusun Sidomulyo, yang jaraknya hanya 100 meter.

''Mungkin karena faktor cuaca. Maklum, hujan deras turun terus-menerus dalam beberapa hari,'' lanjut mantan kadus itu.

Camat Polanharjo Drs Widya Sutrisna mengatakan, dia belum menerima laporan tentang kematian 6.000 puyuh milik Sudiharjo. ''Laporan yang sudah masuk ke kecamatan baru ayam mati,'' katanya.

Di Glagahwangi, warga dianjurkan mengandangkan ayam-ayam mereka untuk sementara waktu. Meskipun warga sudah terbiasa membiarkan ayam berkeliaran untuk mencari makan, anjuran tersebut diharapkan dituruti. (H34-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA