logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 09 April 2007 SALA
Line

Anthurium Jemani Ditawarkan Rp 110 Juta

ANTHURIUM jemani seharga Rp 110 juta? Ya, setinggi itulah Sularno (40), warga Tawangmangu, Karanganyar menawarkan tanaman hias miliknya. Ada tujuh jemani di rumahnya yang dijadikan pusat pembibitan dan galeri tanaman hias.

Sabtu (7/4) lalu, jemani itu memenangi lomba tanaman hias anthurium di Sub Termunal Agrobisnis (STA) Karangpandan. Tempat itu oleh Bupati Rina Iriani akan dipugar dan diperbaiki menjadi pusat tanaman hias, dengan dana Rp 400 juta.

Tanaman hias yang ditawarkan Sularno setara dengan harga sebuah mobil Avanza itu memang bagus sekali. Tinggi sekitar 1,5 meter. Dia memelihara jemani sejak delapan tahun lalu.

''Saya memeliharanya sejak dari bibit yang saya semai di pot. Setiap hari selalu saya pantau, agar pertumbuhannya bagus. Sekarang, hasilnya sangat lumayan. Galeri tanaman hias saya sudah mulai dikenal banyak orang,'' kata dia.

Rp 40 Juta

Harga jual tertinggi untuk jemani sejauh ini adalah Rp 40 juta. Sudah beberapa kali jemaninya terjual dengan harga Rp 40 juta kepada para pecinta tanaman hias.

Namun, yang harganya di atas Rp 100 juta ternyata belum ada yang melirik. Meskipun demikian, dia optimis suatu saat nanti akan ada orang yang berani membeli seharga itu.

Bagaimana cara dia memelihara jemani? Ternyata sederhana saja. Dia tidak pernah menggunakan pupuk kimiawi. Sejak pembibitan sampai pohon tumbuh besar, dia selalu menggunakan pupuk kandang ramuan sendiri.

Dikatakan, pupuk kimiawi memang merangsang pertumbuhan pohon dengan cepat, tetapi kualitas dan kekuatan tanaman kurang bagus.

''Berbeda dengan pupuk kandang dan pupuk alam. Pertumbuhan jemani sedikit lambat, namun kekuatan dan kualitas pohonnya sangat bagus. Lihatlah milik saya ini. Kokoh dan indah,'' kata dia.(Joko Dwi Hastanto-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA