| Senin, 09 April 2007 | SALA |
Suramto Diduga Kena AI dari Ayam Mati Tetangga
SUKOHARJO - Tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng terjun ke Dukuh Dongeng, Desa Sapen, Kecamatan Mojolaban, Minggu (8/4) kemarin. Di dukuh itulah Suramto (32) - yang meninggal akibat flu burung - tinggal. Tim melakukan analisa risiko untuk mengetahui dari mana asal virus H5N1 yang menyerang ayah dua anak itu. H5N1 adalah strain yang diketahui dapat menular dari unggas ke manusia. Kasubdin Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Jateng Lili Herawati kepada wartawan mengatakan, sejumlah ayam milik tetangga Suramto mati belum lama ini. Maka, bisa jadi virus avian influenza (AI - flu burung) yang menyerangnya berasal dari ayam mati milik tetangga tersebut. ''Tapi ini masih dugaan lho,'' jelasnya. Dia mengatakan, jangka waktu antara matinya ayam tetangga dan awal Suramto diketahui sakit, adalah masa inkubasi virus flu burung. ''Jadi. kemungkinan virus masuk ke tubuh korban saat masa inkubasi itu. Namun, ini juga belum pasti. Apalagi, dia diketahui pernah membeli ayam di pasar ayam Semanggi, Solo,'' tambahnya. Setelah kematian Suramto, yang dinyatakan positif terjangkit AI, langkah pertama yang dilakukan dinkes adalah mengadakan pengamatan terhadap penduduk dukuh Dongeng. Ke Puskesmas Jika ada warga tiba-tiba sakit dengan suhu tubuh tinggi, mereka diminta langsung berobat ke puskesmas. Sejauh ini, beberapa penduduk yang menunjukkan gejala sakit flu, ternyata tidak terserang flu burung. ''Hasil pemeriksaan terhadap mereka negatif. Namun, kami tetap akan melakukan pengawasan selama 10 hari ke depan,'' tegasnya. Lili juga mengimbau penduduk agar membakar dan kemudian mengubur ayam yang mati. Dengan demikian, jika ayam itu mati akibat flu burung, virusnya tidak menular ke unggas lain atau bahkan ke manusia. Kasubdin P2P Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo Agus Prihatmo Wisnu W, yang ikut mendampingi Lili ke Dukuh Dongeng, menambahkan 24 warga dukuh itu diperiksa oleh petugas puskesmas karena flu. ''Untung, semuanya negatif. Angka lekosit dan trombosit tidak ada yang di bawah normal,'' ujarnya. (fan-58) |