| Senin, 09 April 2007 | RAGAM |
Mesoterapi, Solusi Cantik Tanpa OperasiAPA yang ada dalam benak Anda saat mendengar kata cantik? Sebagian orang mendefinisikannya dari penampilan fisik: hidung mancung, bulu mata lentik, tubuh bak jam pasir, kulit putih dan mulus. Sebagian lagi mende-finisikannya sebagai ke-cantikan dari dalam (inner beauty). Ini mencakup kecerdasan, kesopanan, keramahan, dan sebagainya. Namun perempuan pada era sekarang lebih tergoda pada definisi pertama. Maka berbagai teknik guna mempercantik perempuan terus berkembang. Salah satunya mesoterapi, yang kini makin banyak dilirik orang. Suntikkan Ekstrak Mesoterapi merupakan tindakan medis dengan menyuntikkan sejumlah ekstrak tumbuhan alami, bahan homeopatik, dan vitamin ke dalam lapisan kulit tengah (mesoderm). Teknik ini bertujuan menurunkan berat badan, mengurangi selulit, tumpukan lemak, dan peremajaan kulit tanpa operasi. Mesoterapi ditemukan oleh dokter asal Prancis, Michel Pistor, tahun 1952. Lalu pada 1987 menjadi bagian dari kurikulum fakultas kedokteran di Prancis. Ia mengalami booming di AS tahun 2003, dan masuk ke Indonesia dua tahun lalu. Material yang disuntikkan ini akan meningkatkan sirkulasi aliran darah, memperbaiki sistem limfatik, dan menyusutkan jaringan lemak, kemudian melelehkannya. Untuk reduksi selulit, mesoterapi bisa menghancurkan jaringan serat yang menghubungkan otot ke kulit sekitar, di mana terdapat kantong-kantong tempat berkumpul lemak yang menjadi dasar pembentukan selulit. Untuk peremajaan kulit, terapi ini dianggap lebih efektif ketimbang mengoleskan obat pada kulit (topikal), karena kadar obat yang masuk lebih banyak. Vitamin C, misalnya, bisa dioles ke kulit, disuntikkan ke pembuluh darah, atau diminum. Jika disuntikkan ke kulit, hasilnya 20 kali lebih baik daripada cara oles. Jarum yang dipakai pun sangat halus, seukuran bulu mata (0,4-0,6 cm), dengan penggunaan anestesi topikal untuk meminimalisasi rasa sakit ketika disuntikkan. Penerapan Mesoterapi menjanjikan teknik yang mudah dan cukup aman, karena bersifat non-operasi, dan hanya melalui suntikan. Di Indonesia, mesoterapi cenderung diterapkan untuk hal-hal yang terkait dengan kecantikan. Pertama, untuk menurunan berat badan. Mesoterapi bukan pengganti diet, melainkan untuk pembentukan tubuh (body sculpting) di daerah tertentu seperti perut, lengan, pantat, kaki dan tangan. Kedua, untuk mengurangi selulit. Selulit sering menjadi problem bagi perempuan berusia 20 tahun lebih, akibat buruknya sirkulasi, herniasi lemak, melemahnya jaringan penyambung otot dengan kulit, kongesti limfatik, serta ketidakseimbangan hormon. Ketiga, untuk peremajaan kulit. Teknik yang dikenal sebagai mesolift itu ditargetkan kepada akumulasi lemak di daerah wajah dan leher, hilangnya elastisitas kulit, serta penghancuran radikal bebas yang menjadi biang penuaan kulit. Keempat, merangsang pertumbuhan rambut. Hilangnya rambut atau alo-pesia pada lelaki dan pe-rempuan juga terjadi akibat buruknya sirkulasi darah dan ketidakseimbangan gizi. Meski tak bisa memperbaiki alopesia akibat faktor genetik, mesoterapi dapat memperbaiki sirkulasi dan ketakseimbangan hormon, sehingga merangsang pertumbuhan rambut yang rusak dan rontok. Mesoterapi yang tak tepat bisa menimbulkan efek yang tidak diharapkan, misalnya infeksi. Tetapi disarankan untuk berkonsultasi dulu dengan ahli kecantikan. (Istolia Wahyu Wardani/Pusdok SM-32) |