| Senin, 09 April 2007 | OLAHRAGA |
PSIM Gagal Rebut Nilai PenuhYOGYAKARTA - Bermain di kandang sendiri, PSIM Yogya gagal merebut tiga angka setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Persma Manado di Stadion Mandala Krida, kemarin. Faktor kelelahan yang mendera PSIM tampak berpengaruh dengan tidak berkembangnya permainan. Serangan Seto Nurdiantoro dan kawan-kawan mudah dipatahkan pemain belakang tim tamu yang dikoordinir apik oleh Arifin Adrian dan Nur Afik. Kalaupun berhasil melepaskan tembakan ke gawang Persma, tembakan Ranu Trisasongko, Wawan Nurcahyo maupun Seto mudah dipatahkan Joyce Sorongan, penjaga gawang Persma. Bermain di hadapan pendukung sendiri, anak-anak asuhan Sofyan Hadi tampil menekan. Namun serangan yang dibangun Laskar Mataram terkesan monoton, kurang gereget, dan lamban. Umpan anak-anak PSIM mudah dibaca oleh anak-anak asuhan Manuel Vega tersebut. Meski terus menyerang, tidak ada satu pun gol yang berhasil diciptakan Seto dan kawan-kawan. Tim tamu bermain taktis dan mengandalkan serangan balik. Tetapi serangan balik yang dilakukan Joel Kamsi dan Mouaha Felix mudah dipatahkan Jaime Sandoval dan Leonardo Rachid, pemain belakang tuan rumah. Salah satu keberhasilan tim tamu menahan imbang tanpa gol, adalah berkat kepiawaian penjaga gawang Joyce Sorongan. Tembakan Ranu Trisasongko maupun Seto berhasil diantisipasi dengan baik. Memasuki babak kedua, Sofyan Hadi mencoba mengubah strategi dengan menarik keluar Michael Adolfo Souza dan memasukkan Wawan Nurcahyo. Baru satu menit masuk, tembakan keras Wawan nyaris menjebol gawang Joyce. Sayang tembakan kerasnya yang tidak mampu dijangkau kiper hanya mengenai mistar gawang. Masuknya Wawan makin menghidupkan serangan tuan rumah. Tetapi serangan itu tetap saja selalu kandas setelah berhadapan dengan pemain belakang lawan. Hingga pertandingan berakhir, skor tetap imbang 0-0. Zainal Efendi, wasit yang memimpin mengeluarkan tiga kartu kuning, masing-masing untuk Nur Afik, Jardel da Silva dan Nyom Nyom Aloys, ketiganya pemain Persma Manado.(sgt-40) |