logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 09 April 2007 WACANA
Line

Surat Pembaca

Arogansi "Moge"

Saya terhenyak menyaksikan kejadian di depan mata pada 1 April 2007 tepatnya pukul 14.05 WIB di depan kantor BKK Purwanegara, Banjarnegara. Beberapa motor impor, ber-CC besar berkonvoi dengan gagahnya. Mereka dikawal polisi melaju kencang di jalanan umum tanpa mau disalip (didahului).

Konvoi beriringan tepat di garis marka dengan mengacungkan tangan agar kendaraan yang berpapasan untuk minggir."Jalan ini milik nenekmu apa,'' gerutuku. Toh saya juga wajib pajak yang selalu tepat waktu membayar kewajiban itu. Salah satu peserta yang paling belakang mengendarai mobil yang kalau tidak salah Blazer atau Nissan Terano B..... XL yang berlogo Harley Davidson kebanggaan para kaum "mandi uang".

Dia menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas yang terlibat dengan pengendara motor ber-CC kecil. Saat itu saya mengendarai Isuzu Panther berjalan pelan (10 km/jam) tepat di belakang truk box yang sudah turun dari aspal karena kegagahan konvoi raja jalanan itu. Tiba-tiba dari belakang muncul Nissan Terano yang melaju kencang mengejar konvoi yang sudah berada di depan trailer.

Tetapi karena sempitnya jalan, Nissan Terano tersebut mengerem mendadak untuk menghindari tabrakan dengan mobil saya. Sementara pengendara motor yang ada di belakang Nissan Terano tidak sempat mengerem hingga akhirnya menabrak. Apalagi Nissan tersebut membawa gandengan tanpa dilengkapi lampu rem dan tanda peringatan lainnya.

Korban mengalami luka di kaki dan pingsan. Yang sangat mengejutkan saya, tanpa ba bi bu si pengemudi Nissan tancap gas meninggalkan korbannya yang tergeletak di tengah jalan. Saya membayangkan andai pengendara motor itu tertabrak oleh kendaraan di belakangnya, tentu lain lagi ceritanya.

Tanpa banyak berpikir saya langsung memarkir mobil agak ke tengah dengan maksud menghalangi kendaraan lain agar berhenti. Saya langsung menolong korban. Saya mencoba melihat nomor Nissan tersebut tetapi nomornya terhalang gandengan apalagi dia tancap gas. Saya cuma bisa melihat B..... XL

Teman saya langsung menghubungi Kapolres Banjarnegara untuk melaporkan kejadian itu dan kapolres berjanji segera mengerahkan anggotanya melakukan pengadangan terhadap konvoi tersebut. Saya pernah dengar/baca, alasan mereka di jalanan karena mendapatkan izin dalam rangka melakukan bakti sosial di suatu daerah.

Tapi di balik alasan itu, mereka hanya tour dan berkonvoi-ria menjadi raja jalanan di mana pun mereka lewat. Mereka menganggap selain komunitasnya, yang berada di jalan adalah orang-orang bodoh dan hina yang harus selalu menghomati, minggir dan mengalah kalau mereka lewat. Semulia itukah mereka?.

Bersimpatikah kita, ternyata tidak. Kepada komunitas Moge yang saya yakin seluruhnya adalah kaum "bento" dan berpendidikan tinggi,, tingkatkan moral kepedulian kepada orang lain. Kepada aparat kepolisian, mohon usut dan proses terus kejadian tersebut.

Eko Prasetyo Anawar (08122670662)

Merden Rt 1/Rw 8 Purwonegara, Banjarnegara

Pangkalan Becak

yang Kurang Tertib

Di Semarang, becak masih beroperasi. Selain murah, becak juga dipilih karena dapat memuat beberapa orang. Becak merupakan kendaraan yang nyaman. Sayangnya, para pengemudi terkadang sembarangan memarkirkan becaknya hingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan lainnya.

Salah satu contoh nyata di Pasar Peterongan Semarang. Akibat pengemudi becak memarkirkan becaknya sembarangan kendaraan lain yang akan lewat jadi tersendat. Apalagi jumlah becak di Pasar Peterongan tidak sedikit. Hal itu semakin menambah keruwetaan.

Saya harap para pengemudi becak dan pengemudi kendaraan lain memarkirkan kendaraan sesuai tempatnya. Bagi petugas Satpol PP agar lebih tegas menyikapi hal tersebut.

Irri Masirih

Jl Panda Utara 2 Rt 11/Rw 5, Semacang

***

Sriwijaja Cargo

Atas permintaan pelanggan (Rini Widyasari), saya mengirirn paket berisi baju kebaya brokat, kemeja dan sarung selendang batik tulis eksklusif senilai Rp 10 juta ke alamat Jl Damang Leman 8 Palangkaraya melalui Sriwijaya Cargo pada 2 Februari 2007 pukul 13.30 dengan No Surat Muatan Udara (SMU) 623069 (terlampir).

Atas saran Bapak Henry (Sriwijaya Cargo), paket kemudian dipaking ulang dengan nota pemakaian gudang empu No Srg 005573 (terlampir). Dua minggu kemudian pelanggan (Rini) menghubungi dan memberitahu paketnya belum sampai. Setelah berkali-kali menghubungi Sriwijaya Cargo, akhirnya 22 Februari 2007 Bapak Henry menjelaskan bahwa paketnya sudah dikirim ke Cengkareng.

Saat dicek didaftar manifest, diperoleh keterangan paket sudah dikirim ke Palangkaraya. Katanya permasalahnya ada di kota tersebut dan katanya memang sering kejadian seperti ini. Beliau menyarankan untuk cek ke gudang di Palangkaraya dan pelanggan saya sudah memeriksa di gudang namun hasilnya nihil.

Mohon pertanggungjawaban Sriwijaya Cargo selaku pihak yang menyediakan jasa pengangkutan dan pengiriman barang, karena selama ini saya tidak memperoleh kejelasan di mana paket tersebut.Bila ternyata hilang maka saya menuntut ganti rugi.

Anandito Birowo (0817800534)

Jl Ketileng Raya D/1, Semarang

***

Gebyar Alquran MAJT

Pada 31 Maret 2007 saya mengantar rombongan anak-anak TPQ ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) untuk mengikuti Gebyar Tartil Quran 10.000 anak yang akan dimasukkan dalam rekor Muri. Namun sayang tampaknya panitia kurang mampu menangani acara dengan baik dan cuma mengejar target masuk rekor Muri.

Sejak memasuki Jl Gajah Semarang lalu lintas sudah macet. Hal ini tampaknya kurang diantisipasi panitia misalnya dengan menutup salah satu ruas jalan agar arus lalu lintas tidak bertubrukan, dengan caca berkoordinasi dengan pihak Satlantas. Setelah masuk area MAJT ternyata masih banyak peserta yang bertebaran dan belum terdengar suara acara dimulai.

Bahkan setelah mendekati lokasi acara pun, suara masih tak terdengar dan anak-anak TPQ yang saya bawa tidak bisa masuk lokasi karena campur baur dengan para pengantar. Kehadiran rombongan saya seperti tidak ada artinya alias terlantar karena tidak bisa bergabung, ditambah sound system yang buruk.

Seharusnya panitia bisa memanfaatkan sound agar suaranya bisa terdengar di seluruh area MAJT dan acaranya bisa berkesan spektakuler. Panitia juga perlu merekrut personel sebanyak mungkin untuk menerima kedatangan peserta dan menempatkan di lokasi yang telah ditentukan sekaligus menertibkan dan memandu peserta agar tidak keleleran.

Anehnya pihak Muri tetap memberikan penghargaan pemecahan rekor, padahal sebenarnya anak-anak yang benar-benar mengikuti acara tidak mencapai 10.000. Mungkin karena plakat penghargaan sudah dipersiapkan sebelumnya dan hanya berpegang pada jumlah pendaftar.

Untuk mengobati rasa kecewa akhirnya rombongan anak-anak TPQ saya bawa ke Taman Lele untuk berekreasi. Tulisan ini semata bermaksud saling mengingatkan agar lebih professional dalam mengelola sebuah acara, apalagi untuk lembaga sebesar MAJT. Bahkan kalau perlu sewa saja event organizer.

Muhammad Wachid S.

Jl Bukit Beringin Asri VII/A-243, Semarang

Puas Pakai Fren ?

Setiap hari iklan "Puas Pakai Fren" selalu tayang di media teve. Saya juga penggunanya merasa belum puas dan merasa iklan tersebut berlebihan serta sedikit "mengecoh". Contoh, dalam iklan dikatakan Jakarta-Bandung tidak putus-putus selama 2,5 jam tetapi saya telepon dari Jakarta atau kota lain sering terputus dan harus nyambung lagi.

Malah kadang dalam 1 jam bisa putus 4 kali. Juga disebutkan, bicara 1 jam "cuma" Rp 1.388 dan "hanya" Rp 7 per 30 detik. Betulkah dan bagaimana cara menghitungnya sebab kenyataan saya pakai ke sesama Fren dalam 1 jam, pulsa bisa berkurang lebih dari Rp 1.388 apalagi bila putus beberapa kali.

Tanggal 2 Februari 2007 saya telepon ke Jakarta menanyakan banjir, cuma 12 menit pulda berkurang Rp 1.200. Kemudian saat gempa Yogya disebutkan "hanya Fren" yang bisa masuk...Tetapi bila malam antara pukul 19.00 s. 22.00 saya telepon juga ke sesama di kota lain, sering sulit. Yang terdengar: "sorry, all line dan seterusnya.

Dapatkah bunus 25% setiap isi ulang pulsa, benarkah sebab saya beli isi ulang Rp 10 ribu s.d Rp 50 ribu, ternyata bonus 25% tidak ada, Baru saat beli yang Rp 100 ribu bonus didapat. Sebaiknya memberi keterangan yang jelas dan tidak mengecoh.

Demikian keluhan saya dan soal benar murah atau tidak, hanya mereka yang tahu. Semoga Fren dapat menanggapi dan memprbaiki serta mengisi kekurangan yang ada hingga menjadi yang terbaik dan termurah. Apalagi bila betul-betul "Puas pakai Fren", bukan hanya bintang iklannya saja yang puas.

Sutjipto Prayitno (0888 257 5102)

Kp Cilangkap Rt 1/Rw 13 Cimanggis, Depok

***

"Empat Mata" Tukul

Acara Empat Mata yang ditayangkan teve swasta dengan maskot Tukul Arwana, kini makin banyak penggemarnya baik dari kalangan tua maupun muda, laki-laki atau perempuan. Mereka suka acara ini karena ada yang senang melihat bintang-bintang tamu yang dihadirkan atau mendengarkan banyolan lucunya.

Ada juga orang melihat acara ini karena simpati pada pribadi Tukul Arwana yang wajahnya aduhai, wajah orang ndeso berpendidikan pas-pasan, tetapi berhasil menjadi selebriti yang banyak digemari penonton. Padahal menurut si empunyai cerita, dia datang ke Jakarta hanya bermodal nekad (bonek).

Awalnya menjadi pengangguran klonthang-klanthung mencari pekerjaan. Berkat kegigihan dan keuletanya dia pernah menjadi sopir pribadi, bergabung dengan grup Srimulat dan lainnya. Sekarang dia menjadi selebriti terkenal dengan honor tinggi.

Mengikuti acara Empat Mata ini, saya memberi masukan demi kebaikan bersama, enak ditonton dan tidak menyinggung perasaan orang tertentu sbb : Setiap bintang tamu yang dihadirkan, jangan pakai cium-ciuman, cukup bersalaman saja. Menurut saya cium- mencium tidak etis dilakukan di muka umum.

Cium-ciuman antara lelaki dan perempuan biasanya dilakukan orang barat, sedang untuk orang timur (khususnya Jawa) tidak sesuai budaya. Sebenarnya mungkin bintang tamunya keberatan atau melakukan dengan terpaksa.

Ucapan/kata yang bisa menyinggung perasaan dan martabat orang/golongan tertentu seperti menunjuk orang yang hadir pada acara tersebut dengan sebutan ndeso, walau bergurau kiranya tidak perlu dilakukan karena bisa membuat orang merasa terhina. Harga dirinya dipandang Iebih rendah dibanding orang kota.

Kalau dalam acara tersebut Mas Tukul Arwana menyebut disinya sebagai orang ndeso, ini merupakan ungkapan kebanggaan yaitu walau orang ndeso tapi menjadi terkenal dan mapan. Semoga imbauan saya dapat diterima, penuh pengertian, tanpa ada kecurigaan tertentu.

Eddy Dasoeki

Jl Cempaka 51, Pekalongan

***

Garansi Nokia

Saya pemegang ponsel Nokia 6600 dengan 357952004661154 yang karena ada kerusakan stick kemudian saya bawa ke counter penjualan Top Score Simpanglima Semarang tempat membeli dulu. Petugasnya menyarankan agar membawa ke Nokia Jl Sriwidjaja karena garansi dan segel masih utuh.

Tanggal 17 Maret 2007 sekitar 13.30 WIB setelah melalui antrean panjang, petugas service centre mengakatakan bahwa nomor Imei tersebut masa garansi habis tanggal 20 Februari 2007 dan katanya kelamaan di toko. Padahal kartu garansi resmi tertulis tanggal pembelian 24 Maret 2006.

Ini sungguh mengherankan, kenapa perusahaan besar yang menjadi leader kok merugikan konsumen lewat kartu garansi. Apakah memang prosedur manajemennya seperti itu. Semoga Lembaga Konsumen ikut mencatat, ada hal baru terkait dengan masa garansi 1 tahun tapi tidak 1 tahun. Memang selama ini konsumen yang paling dirugikan. Mohon tanggapan.

Sutikno (081325731574)

Jl Pedurungan Tng IIIB/7, Semarang

***

Program Nasional

Pemberdayaan Masyarakat

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat tahun 2007 dengan anggaran Rp 51 triliun dapat menstimulan pengembangan infrastruktur dan bioenergi untuk mengurangi pengangguran yang dikaitkan dengan program desa mandiri energi. Tanaman jarak pagar lebih realistis dibandingkan kelapa sawit.

Pemeliharaan relatif mudah, teknologi sederhana, biaya murah, panen cepat dan kesempatan peluang usaha. Morfologi tanaman jarak pagar juga cocok untuk konservasi lahan, sehingga selaras dengan program penghijauan yang sedang digalakkan pemerintah daerah.

Pemerintah berencana menanam jarak pagar seluas 10 juta hektare dengan proyeksi anggaran bioenergi Rp 200 triliun hingga tahun 2010. Rincian, penanaman jarak pagar Rp 60 triliun, industri Rp 90 triliun dan infrastruktur Rp 90 triliun. Pemerintah akan membangun pabrik pengolahan biodisel 48 pabrik di setiap kabupaten yang sudah ada tanaman jarak pagar.

Tujuannya untuk menciptakan sentra-sentra desa mandiri energi, termasuk yang telah diresmikan presiden di Grobogan. Selain itu beberapa perusahaan swasta nasional dan sejumlah investor asing dari Amerika, China, Jepang, Malaysia dan Singapura sudah mulai masuk ke bisnis terpadu biofuel.

Sekarang saat tepat untuk membagun agroindustri biodisel yang berbahan baku dari biji jarak pagar agar mampu mengurangi bahkan menghentikan alokasi subsidi bahan bakar minyak. Pemerintah baru saja meresmikan SPBU berbahan bahan bakar nabati 5% di beberapa tempat dalam rangka sosialisasi energi hijau yang ramah lingkungan ke masyarakat.

Pengembangan energi alternatif merupakan produk substitusi bahan bakar minyak fosil untuk mengalihkan subsidi BBM ke sektor penciptaan lapangan kerja. Mengingat angka kemiskinan sangat fantastis mencapai 17,75% penduduk atau 39,05 juta orang, maka semua pihak harus ikut ambil bagian dalam meningkatkan kesejahteraan mereka.

Untuk mendukung program ini dan sosialisasi budidaya tanaman jarak pagar, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Green Harvest Semarang siap membantu melatih para pemuda dan pengangguran untuk mengambil peluang bisnis pembibitan jarak pagar dan peluang agribisnis yang lain.

Agus Sugiyanto (081 326 599 572)

Jl Bukit Kelapa Sawit II/AI-16, Semarang

***

Pelayanan PT Askes

Akhir Februari 1997 saya mengajukan klaim Askes untuk perawatan anak di RS Elisabeth Semarang. Setelah persyaratan klaim lengkap, saya serahkan ke kantor Askes di Ungaran dan petugas mengatakan: klaim bisa cair keesokharinya. Benar juga keesokan harinya saya datang klaim sudah cair.

Saya menerima uang setelah menandatangani kuitansi penerimaan rangkap 4, yang selembar untuk saya sekaligus menerima uangnya. Akhir Januari 2007 saya juga menyerahkan persyaratan pengajuan klaim untuk perawatan sampai meninggalnya istri saya di RS Elisabeth ke kantor Askes Ungaran.

Setelah diteliti kelengkapannya, petugas minta saya menandatangani blanko kuitansi kosong bermaterai rangkap 3 yang katanya sebagai kelengkapan persyaratan. Dia juga mengatakan klaim baru bisa cair sekitar 1 bulan dan akan hubungi saya lewat telepon. Namun sampai saat ini 2 bulan lebih belum ada kabar beritanya kapan klaim bisa cair.

Yang menjadi tanda tanya. 10 tahun lalu pengurusan klaim Askes bisa selesai dalam waktu 2 hari, tetapi sekarang dengan peralatan yang lebih canggih kok sampai 2 bulan belum selesai. Benarkah sekarang ini masih ada model tanda tangan kuitansi kosong sebagai persyaratan?. Mohon tanggapan.

AS Sadiyanto

Tlompakan Rt 1/Rw 1 Tuntang

Kabupaten Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA