| Senin, 09 April 2007 | MURIA |
Tanaman Padi Terancam MengeringPATI - Para petani di Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Pati, dalam musim tanam (MT) II tahun ini mengaku kebingungan dengan keadaan tanaman padinya. Pasalnya, padi yang ditanam sejak awal Maret lalu menguning dan terancam kering. Menurut salah seorang petani setempat Kasiman, lahan tanaman padi di daerahnya seluas 50 hektare yang baru berumur sekitar 30 hari terlihat menguning. Sejauh ini belum diketahui pasti penyebab rusaknya tanaman tersebut. "Kami sudah berkali-kali menyemprot dengan obat (insektisida), tapi tetap tidak ada perubahan. Padahal, dalam dua pekan terakhir penyemprotan dilakukan sehari dua hingga tiga kali," ujar Kasiman, kemarin. Dia mengira, penyebab rusaknya tanaman saat ini adalah wereng yang berpindah dari lahan sawah yang panen belakangan. "Tapi, saat saya amati kok tidak ada werengnya. Ketika saya semprot dengan obat antiwereng, tanaman tetap saja mengering," jelasnya. Padi yang dipanen belakangan, lanjut dia, memang terserang wereng. Sebab dari lahan satu hektare, hasil yang didapat hanya sekitar tiga hingga empat kuintal. Padahal, normalnya bisa menghasilkan gabah kering panen (GKP) satu ton. "Paling sedikit adalah 0,8 ton," ujarnya. Petani lainnya, Sarjono menambahkan, usai menyemprot beberapa waktu lalu, dia sempat mendapati ulat berwarna kuning sepanjang dua cm di bagian batang. Namun, dirinya belum bisa menyimpulkan secara pasti. Keadaan tersebut, menurut Sarjono juga akan mengancam lahan lainnya yang baru saja tanam. " Total lahan di sini yang sudah kering dan terancam kering bisa mencapai 100 hektare," jelas Sarjono. (fen-54) |