logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 09 April 2007 KEDU & DIY
Line

Keretakan Trinil Akibat Gerusan Air

BOROBUDUR - Retaknya pilar Jembatan Trinil disebabkan tergerus air Kali Progo terus menerus, terutama pada saat banjir. Karena alur sungai menikung sehingga arusnya deras.

"Bukan karena ada penambangan batu yang dilakukan masyarakat secara tradisional," kata Naro (56), warga Dusun Mlahan, Desa Banjarsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, kemarin.

Ia mengaku dirinya ikut menjadi tenaga kerja proyek pembangunan Jembatan Trinil 35 tahun silam. Pelaksana proyek, perusahaan dari Semarang. Dirinya diberi upah Rp 60/hari.

"Pilar ini dibuat dalam. Kira-kira 30 meter. Tujuannya agar jembatan kokoh. Pilar sebelah timur sisi utara, sudah lama retak. Tak hanya akibat digerus air sungai, tetapi juga air hujan dari jalan masuk ke situ,'' katanya.

Naro mengemukakan dirinya bersama teman-temannya, menambang batu dari Kali Progo sejak puluhan tahun silam.

"Kami tahu aturannya, tidak boleh mengambil batu 300 meter dari jembatan ke arah hilir dan 200 meter ke arah hulu," ujarnya.

Ditanya mengenai adanya begu yang beroperasi di situ, ia mengatakan, belum pernah terjadi.

Kecuali saat membangun dan memasang bronjong batu, karena jalan sepanjang tepi sungai tergerus air sungai.

Masih Kuat

Apa benar tidak ada begu yang beroperasi di Kali Progo? "Ada tetapi jauh, sekitar 2 km dari kawasan penambangan Kalijoso," jawab Naro.

Seperti diberitakan (2/4), pilar beton Jembatan Trinil retak. Tetapi sampai sekarang, jembatan yang membentang di atas Kali Progo itu, masih kuat menahan beban lalu lintas Payaman-Windusari.

Bahkan akibat terlalu derasnya arus sungai di wilayah itu, talut penguat tebing sungai terkikis sehingga mengancam ruas jalan. Untuk perbaikan jembatan ini pemerintah pusat akan membantu Rp 5 miliar.

Saat meninjau lokasi base camp PT Armada Hada Graha, di Jambewangi, Secang, Magelang, Ir Mulyono, Kepala Seksi Dalema, Probolo (Progo, Bogowonto, Elo), Dinas PSDA (Pengelola Sumber Daya Air) Jateng, menilai, penambangan batu di Jambewangi tidak bermasalah. (pr-39)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA