logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 09 April 2007 INTERNASIONAL
Line

Pelaut Inggris Dikecam

  • Jual Kisah ke Media Massa

LONDON - Kementerian Pertahanan Inggris menjadi sasaran kecaman karena membiarkan 15 pelaut Inggris yang ditahan Iran menjual kisah mereka ke media massa.

Kementerian menyatakan, pihaknya telah memutuskan untuk melarang para personel militer menjual cerita ke media massa karena besarnya kepentingan publik dalam kasus itu.

Praktik jual beli informasi sudah menjadi hal lumrah bagi sebagian surat kabar Inggris. Media Inggris sering membayar orang atas kisah-kisah sensasional mereka untuk mendongkrak penjualan. Juru bicara kementerian mengatakan, meski untuk selanjutnya mereka dilarang menjual kisah, ke-15 pelaut itu tetap dapat mengantongi pembayaran dari media atas kisah mereka yang diperkirakan sebesar 250.000 poundsterling (sekitar Rp 4,5 miliar).

Para pelaut itu dibebaskan setelah 13 hari mendekam dalam tahanan Iran. Beberapa pelaut itu, khususnya satu-satunya perempuan di antara mereka, Faye Turney, menjadi terkenal karena mereka berulang kali dimunculkan di televisi Iran saat penahanan.

Setelah tiba di Inggris, para pelaut dan marinir itu mengaku telah ditutup matanya, diikat, ditahan dalam sel terpisah dan diancam hukuman tujuh tahun penjara. Juru bicara Partai Konservatif William Hague mengatakan, membiarkan mereka bercerita kepada media menjadi preseden buruk. Konservatif akan mempersoalkan kasus itu saat parlemen bersidang kembali 16 April. (rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA