| Senin, 09 April 2007 | EKONOMI |
Perusahaan Pembiayaan Mobil Terdesak BankSOLO-Dampak gencarnya penawaran kredit mobil yang dilakukan sejumlah bank di Kota Solo sangat dirasakan perusahaan pembiayaan. Akibatnya, banyak perusahaan pembiayaan (leasing) yang sebelumnya fokus pada kendaraan baru, beralih ke mobil bekas. Sejumlah perusahaan pembiayaan juga merambah pada pembiayaan mesin produksi. Seiring turunnya BI rate yang mencapai 9%, sejumlah bank telah menurunkan suku bunga kredit mobil. BCA Finance Cabang Solo, misalnya, sejak sebulan lalu menurunkan suku bunga Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Sebelumnya bank ini menerapkan bunga KKB 6% untuk jangka waktu setahun, 7% dua tahun dan 8% tiga tahun. Sejak awal Maret lalu, bunga diturunkan menjadi 4,9% untuk jangka waktu setahun, 5,3% dua tahun dan 5,5% tiga tahun. "Penurunan bunga yang cukup signifikan ini dalam rangka 50 tahun BCA," kata Neni dari BCA Finance kemarin. Penasihat Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Cabang Surakarta, Golong Sukardiana, mengungkapkan, penurunan bunga bank itu cukup memukul perusahaan pembiayaan. Umumnya perusahaan pembiayaan di Surakarta menerapkan bunga kredit mobil baru 6% untuk jangka waktu setahun, 7% dua tahun, dan 8% tiga tahun. Sedangkan untuk mobil bekas tahun 2000 ke atas bunganya 8% untuk jangka waktu setahun, 9% dua tahun dan 10% tiga tahun. Semua mobil tahun 1990-an lebih tinggi bunganya, antara 12% sampai 14% per tahun. Karena di sektor mobil baru kalah bersaing dengan bank, banyak perusahaan pembiayaan lebih memfokuskan diri pada mobil bekas. Meski terdesak dengan pesaing perbankan, Kepala PT Equity Indonesia Cabang Surakarta ini optimistis, perusahaan pembiayaan akan tetap eksis. Untuk itu selain melakukan perluasan sektor pembiayaan, juga mempermudah birokrasi sehingga membuat nasabah lebih nyaman. (bt-33) |