logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 09 April 2007 EKONOMI
Line

Bank Jateng Kejar SDM dan TI

SEMARANG-Bank Jateng mengejar peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan pengembangan teknologi informasi (TI) untuk memperbaiki kinerjanya. Di samping itu, fungsi pemasaran yang terpadu juga akan digenjot lagi agar kian mampu bersaing dan menumbuhkan perolehan laba. Demikian ditegaskan Direktur Utama Bank Jateng, Hariyono, pada peringatan HUT ke-44 bank milik Pemprov Jateng itu, Sabtu (7/4).

Ia mengatakan, tiga fondasi itu mutlak dimiliki agar bisa bersaing dengan perbankan lain. Meski setahun terakhir perkembangan bank daerah itu terbilang pesat, terutama paska program rekapitalisasi.

Hingga Maret 2007, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) telah mencapai Rp 11,4 triliun. Ditargetkan, DPK bisa tumbuh hingga 25% dari pencapaian pada 2006 sebesar Rp 10 triliun.

Dorongan relaksasi oleh Bank Indonesia ditanggapi Bank Jateng dengan upaya pengucuran kredit yang lebih agresif. Terlebih, adanya optimisme pergerakan sekor riil yang membaik. Hingga akhir 2006 lalu, nilai kredit yang telah disalurkan mencapai Rp 5,89 triliun dengan loan to deposit ratio (LDR) mencapai 75%. Dari total nilai kredit itu, 90% dananya terserap ke kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sedangkan kredit dengan nilai di atas Rp 5 miliar per nasabah tak begitu banyak. Meski banyak pihak menilai sektor riil pada tahun lalu bergerak lamban, hal itu tak memengaruhi tingkat pengembalian kredit Bank Jateng. Tercatat, non performing loans (NPLs) sebesar 0,75%. Bila dibandingkan dengan bank lain, tentu angka itu cukup gemilang.

"Kami telah siapkan dana untuk pengucuran kredit. Kami berharap debitor industri mampu memanfaatkannya dengan baik," katanya.

Ia menjelaskan, ada sebagian daerah yang justru tidak mampu menyerap dana perbankan. Penyebabnya, usaha mereka tidak berkembang yang disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, kesulitan mendapatkan bahan baku dan pemasaran. Selain debitor enggan menindaklanjuti pengajuan kreditnya, sebagian perbankan juga enggan melirik sektor usaha yang macet.

Saat ini jumlah nasabah Bank Jateng sekitar 600.000 orang. Jumlah ini akan terus meningkat seiring pengembangan program undian di masing-masing wilayah. Program itu dinilai memikat nasabah untuk menyimpan dananya di Bank Jateng. Indikasinya terlihat pada peningkatan nasabah dan volume DPK Tabungan Bima, salah satu produk Bank Jateng. (H22-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA