| Senin, 09 April 2007 | BUDAYA |
Gogor Satoe, Sendiri DuluSENDIRI bagi sebagian orang jelas tak mengenakkan. Namun, bagi Gogor Satoe, personel Satoe Band, kesendirian justru merupakan bagian untuk menghibur diri. "Ya, sendiri menurut gue tidak menyedihkan, tetapi bagian dari menghibur diri sendiri," tutur penggemar basket itu. Baru-baru ini, Gogor tampil dengan gitar akustik. Ya, Gogor saat itu sedang menghibur penonton yang memadati perhelatan musik "Lovely College". Dengan suara merdu, dia memainkan empat lagu dari Matchbox Twenty, John Mayer, Incubus, serta "Sebelum Kau Bosan" Iwan Fals. Dia bermain sendirian dengan petikan gitar akustik, mengajak khalayak bernyanyi bersama. Sebenarnya pria bertinggi 185 cm itu cuma membawakan tiga lagu. Namun terdengar kor dari penonton, "Lagi! Lagi! Lagi!" "Minta lagi? Oke, satu lagu lagi. Semoga kalian nggak bosan lihat gue," sahut lajang kelahiran Jakarta 28 Agustus itu dengan senang hati. Lalu, dia pun mengajak seluruh penonton berdendang. "Sebelum Kau Bosan" akhirnya jadi menjadi tembang pemungkas saat dia tampil live. Meski sendiri, penampilan putra pasangan mendiang Darto Singo dan Dien Herdina itu cukup memukau. Ya, Gogor sebenarnya mempunyai grup band. Itulah Satoe Band. Band dari Yogyakarta itu berdiri tahun 2000. Mereka memilih nama Satoe agar keinginan masuk dapur rekaman gampang terwujud: satu kali menyodorkan album demo, langsung diterima. Band yang mengusung genre musik modern rock itu diawaki Gogor (vokal, gitar), Antok (gitar), Edwin (drum), dan Bronto (bas). Mereka sudah mempunyai album perdana yang dirilis tahun 2003. Album bertajuk Satoe di bawah label Sony BMG itu berisi 10 tembang, antara lain Malam, Pasangan Jiwa, dan Sebelum Kau Pergi. Hampir empat tahun mereka vakum dari dunia musik. Sebab, setiap personel sibuk dan tinggal di kota berbeda. Tahun ini mereka bersiap merampungkan album kedua. Mereka sudah mempunyai 32 lagu, tinggal memilih dan masuk dapur rekaman. Tidak main-main, Sony BMG sudah mengontrak mereka sampai enam album. Dengan tetap mengandalkan lirik cinta, perjalanan hidup, dan lingkungan di sekitar, mereka berharap album kedua lebih sukses ketimbang album pertama. Gogor berharap pula keberagaman jenis musik tak menumbuhkan pengotakan, justru memperkaya khazanah musik saat ini. (Budi Cahyono-53) |