| Senin, 02 April 2007 | PANTURA |
Wali Kota dan Wakil DikirabPEKALONGAN - Dalam peringatan HUT Ke-101 Kota Pekalongan pada Minggu (1/4), Wali Kota HM Basyir Ahmad dan Wakil Wali Kota H Abu Almafachir mengenakan pakaian adat Jawa saat dikirab. Mereka berjalan dari Kantor Pariwisata ke Balai Kota yang berjarak sekitar 100 meter. Dengan diiringi rebana, keduanya bersama istri diikuti para pejabat dan aparat Satpol PP menuju ke pintu masuk Balai Kota untuk diterima Ketua DPRD Salahudin. Pengunjung yang sebagian besar tokoh masyarakat dan pegawai negeri ikut menyaksikan kirab itu sebelum peringatan mulai. Sesampai di depan pintu masuk, Sekda Masrof SH menyerahkan bendera Merah Putih dan panji Kota Pekalongan kepada Ketua DPRD Salahudin. Keduanya dibawa ke panggung kehormatan. Sayang, mulainya peringatan kali ini terlambat dari yang direncanakan. Panitia mengundang para tamu pada pukul 07.30, namun kenyataannya hampir pukul 09.00 peringatan baru mulai dengan diawali doa istighotsah yang dipimpin Habib Bakir. Tampak hadir para kiai khos, antara lain KH Mustofa Bakri, KH Zaenal Zaenuri, KH Sanusi Noor, KH Abdullah Ahmad, KH Aqib, dan KH Ibnu Hajar. Mereka duduk di panggung kehormatan bersama Wali Kota dan Wakilnya serta Ketua DPRD. Di depan panggung, kosong melompong walau halaman rumput itu sudah digelari karpet dan tikar. Para pengunjung yang diperkirakan 1.000-an orang berbaju takwa putih itu memilih bediri di tepi halaman. Mengapa? Tidak lain, karena halaman untuk tempat duduk itu tidak ditutup tenda sehingga terasa panas jika ditempati. "Ini menjadi pengalaman dari panitia. Mestinya, harus dipasang tenda yang membuat pengunjung betah bertahan. Tahun depan jangan terulang lagi," kata Ketua Komisi I DPRD M Bowo Leksono. Wali Kota dalam sambutannya mengemukakan, peringatan itu perlu sebagai kontrol pencapaian pelaksanaan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. Menurut dia, agar pembangunan berjalan lancar, perlu bersatunya ulama dan umara (pejabat). Kemudian dermawan agar membantu, dan fakir miskin yang mendoakan. "Jika itu terlaksana, insya Allah, pembangunan di Kota Pekalongan bisa berjalan lancar dan berkah," pesannya. (A15,H4-69) |