logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 April 2007 PANTURA
Line

Harga Gabah Turun

Petani Simpan Hasil Panen

BREBES - Menyusul turunnya harga gabah, petani di Kabupaten Brebes kini memilih menyimpan hasil panennya. Upaya itu dilakukan agar mereka tidak mengalami kerugian besar.

Warto (40), petani dari Desa Limbangan, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes mengemukakan, di desanya saat ini harga gabah kering panen hanya Rp 1.600/kg dan gabah kering giling Rp 1.900.

Penurunan itu sudah dirasakan sejak dua minggu terakhir. Sebelumnya, harga gabah ke-ring panen Rp 2.500/kg sedangkan gabah kering giling Rp 3.000. "Kondisi ini jelas membuat kami merugi. Karena itu, mayoritas petani di sini memilih tidak menjual hasil panen," ungkapnya, kemarin.

Sebagian Kecil

Menurut dia, hanya sebagian kecil hasil panen yang dijual. Hasilnya, untuk modal tanam dan menutup utang pembelian pupuk dan obat pertanian. Sebagian besar hasil panen disimpan di rumah sampai menunggu harga membaik.

"Dari hasil panen 3 ton, saya hanya menjual 1 ton. Kalau dijual semua, saya jelas akan rugi jutaan rupiah. Apabila disimpan, saya masih memiliki cadangan," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Makmur (54), petani asal Desa/Kecamatan Songgom. Dia menuturkan, turunnya harga gabah terjadi karena sebagian besar daerah sedang panen raya.

Kondisi itu diperparah dengan produktivitas lahan yang menurun. Pada musim tanam tahun lalu, rata-rata satu hektare mampu menghasilkan 3-3,5 ton. Namun, saat ini hanya 2-3 ton. Akibatnya, petani semakin terjepit.

Dia mengungkapkan, petani memilih menyimpan hasil panen lantaran kondisinya tidak memungkinkan. Saat ini, modal tanam dan perawatan minimal membutuhkan Rp 4,2 juta/ hektare.

Dengan perincian, Rp 3 juta untuk sewa tanah dan Rp 1,2 juta untuk pembelian bibit, pupuk, obat pertanian, serta pengolahan lahan. Hasil penen dengan harga gabah kering panen Rp 1.600/kg hanya diperoleh Rp 3,2 juta/hektare.

"Untuk menyiasatinya, kami terpaksa menyimpan hasil panen. Selain menunggu harga baik, juga sebagai cadangan bahan makanan," ungkapnya. (bs-69)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA