| Senin, 02 April 2007 | WACANA |
Surat PembacaMenyimak Moral Anggota DPR/DPRDMembaca berita kedatangan 1.000 anggota DPRD dari berbagai daerah ke Jakarta untuk berunjuk rasa menentang revisi PP 37 Tahun 2006, sungguh memalukan dan memuakkan. Apa mereka tidak punya pekerjaan atau kerjanya cuma melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, ke daerah dan rapat komisi yang pada ujung-ujungnya adalah uang. Pernahkah mereka memikirkan nasib rakyat ?, Harga beras mahal, bahkan ada rakyat yang makan nasi aking, minyak tanah langka, tertimpa bencana (banjir, tanah longsor, gempa). Mana kepedulian mereka terhadap rakyat kecil. Katanya wakil rakyat ? Mereka penipu rakyat, merampas uang rakyat untuk ngelencer. Main perempuan, mengonsumsi narkoba dan tindakan lain yang tidak mencerminkan sebagai wakil rakyat yang baik. Bung Hariman Siregar dan Bung Sri Bintang Pamungkas, mana kritik Anda atas kinerja DPR. Jangan hanya mengkritik pemerintah saja, jangan asal ngomong tapi tidak mampu mengkritik wakil rakyat yang moralnya jelek. Saya percaya masih banyak anggota DPR yang punya nurani, benar-benar pembela rakyat. Ir B Toto Santosa Kepanjen RT 2/RW 6 Jebres, Solo Pelatihan Gratis untuk Pemuda Tani Berangkat dari keinginan mengabdi, saya sekelompok akademisi, pengusaha, aktivis sosial, nasionalis nonpartisan dan peneliti mendirikan Yayasan Obor Tani (Yabortan). Landasanya ketulusan dan pengabdian kepada bangsa dan negara untuk meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat khususnya para petani. Sudah menjadi realitas kalau nasib petani tidak ada yang memperhatikan. Tidak ada kebijakan pemerintah berskala nasional, fundamental, kontinyu, riil dan sistematik untuk kesejahteraan petani. Padahal tidak pernah ada negara yang makmur dan mandiri secara politik ekonomi tanpa disertai kemandirian pertanian. Yayasan ini ingin bekerja, berkarya dan berguna untuk petani. Program kerja utamanya ada 5. Pertama, Program Magang Tani yang dibagi menjadi tiga yaitu Magang Tani 1-A, diklat untuk menghasilkan kader instruktur pertanian yang menguasai budi daya buah - buahan bermutu, memiliki wawasan kewirausahaan, kemampuan memimpin dan rnemotivasi. Program tersebut hingga kini sudah berjalan dua angkatan. Pendaftaran angkatan ke - 3 mulai 1 Maret 2007. Syarat, laki - laki, usia 18 - 35 tahun, siap berjuang untuk petani, sehat jasmani dan rohani, bersedia tinggal di asrama dan mengikuti pelatihan selama 120 hari serta bersedia ditempatkan di desa - desa selama 2 kali musim tanam. Semua biaya pelatihan tersebut sepenuhnya ditanggung Yabortan (gratis). Kemudian Magang Tani 1- B, diklat pertanian untuk para petani di desa, di mana instrukturnya para alumnus Magang Tani 1- A. Biaya pelatihan ditanggung sponsor yang dicarikan yayasan. Terakhir Wirausaha Desa 1- C sebagai program membentuk wirausahawan buah - buahan bermutu di desa. Yabortan rnembantu pengadaan bibit unggul, pupuk, supervisi dan mengusahakan modal usaha dengan bunga rendah (micro finance). Kedua, Program Kebun Tani. Yaitu mendirikan stasiun riset dengan 1 hektare kebun percontohan di sentra-sentra buah lokal unggul di Gunungpati Semarang dan Jepara untuk durian Petruk, duku Sumber Kudus, pomelo Muria - Kudus, lengkeng Pingit Temanggung, jeruk Batu Tawangmangu, manggis Banyumas. Petani sekitar bisa langsung mengakses dan berlatih cara pembibitan, pemeliharaan hingga pasca. panen buah bermutu dengan gratis. Ketiga, Program Diklat Pertanian Masyarakat Umum, Keempat, Program Diklat Site Manager Tanaman Buah dan kelima, Program Pembangunan Kebun Buah. Bagi pembaca yang ingin mengikuti pelatihan gratis, bisa hubungi Pratomo/Uniek 024 - 3564319, 70314710. Saya tidak mau hanya bicara keterpurukan petani di koran, seminar dan lokakarya tapi berusaha memberi langkah nyata meski hanya nyala api obor kecil di dalam kegelapan. Bukan karena lebih ahli, melainkan lebih peduli. Pratomo SP Jl Imam Bonjol 155, Semarang. *** Prima Phone Saya kecewa membeli ponsel di "Prima Phone" mal Ciputra Semarang karena sikap petugasnya yang tidak menghargai pembeli. Tanggal 5 Maret 2007 sore saat beli ponsel dengan bonus kartu perdana "Jagoan" dari Indosat yang sekaligus dicantumkan dalam nota pembelian. Ketika saya minta petugas untuk memasangkan kartu tersebut ke N1315 (CDMA) yang saya beli, ternyata sudah expired/masa tenggang. Berarti tidak bisa langsung digunakan untuk berkomunikasi. Lalu untuk apa diberikan kepada pembeli. Saya minta diganti perdana yang masih aktif tapi petugas malah teriak ke teman: "Dia mintanya yang masih aktif". Setelah itu petugas ngomong lagi: "Kalau diisi ulang kan sama saja bisa digunakan". Sayang, nama baik Prima Phone dicoreng oleh petugasnya sendiri. Rina Sari Septianingrum Jl Ketileng Indah N-37, Semarang. *** BRI Jl Sriwijaya Saya nasabah BRI Pandanaran Semarang (kopi tabungan terlampir) karera gaji dari perusahaan ditransfer melalui bank ini. Sudah sekian tahun menjadi nasabah, tetapi kini justru pelayanannya makin tidak nyaman. Pada 1 Maret 2007, saya mengambil gaji dan karena kebetulan lewat Jl Sriwijaya saya mau ambil di BRI tersebut. Saya sering mengambil gaji justru tidak di BRI Pandanaran tetapi BRI Patimura, BRI Abdulrahman Saleh dan selama ini tidak pernah ada masalah, cukup melampirkan fotokopi KTP. Tetapi di BRI Jl Sriwijaya di samping mintai fotokopi KTP juga fotokopi halaman depan buku tabungan. Dikatakan hal itu merupakan peraturan pusat dan berlaku sejak September 2006. Tentu saja saya tidak punya fotokopi tersebut. Saya katakan, pengambilan gaji Februari di BRI J1 Ahmad Yani, saya hanya dimintai fotokopi KTP seperti tertulis di halaman depan buku tabungan. Pertanyaan, kenapa aturan pusat tetapi pelaksanaannya berbeda di tingkat cabang/Kas BRI. Kemudian kalau aturan tersebut diberlakukan, nasabah pasti direpotkan karena harus menyediakan fotokopi segala. Bila syarat tersebut merupakan kebutuhan, tiap BRI perlu menyediakan mesin fotokopi agar pelanggan tidak harus keluar. Saya jadi heran, di era persaingan perbankan yang makin ketat, BRI bukannya meningkatkan pelayanan terhadap nasabah, tetapi malah cenderung menyulitkan. Uang di tabungan adalah uang nasabah bukan seperti mengajukan kredit. Juga di kasir/customer service, carilah pegawai yang ramah seperti BRI Jl Jati Raya Banyumanik. Wasito Jl Tlogosari Raya I/89, Semarang *** Optimalkan KBIH Memperhatikan dari tahun ke tahun saya merasa peran pembimbing calon haji diperlukan, karena banyak jamaah kurang terkoordinasi sehingga berjalan sendiri-sendiri. Bahkan ada yang tidak tahu di mana letak sa'i dan terutama terjadi pelanggaran yang secara syar'i kurang dipahami oleh para calon haji. Hal ini disebabkan setiap kloter hanya terdapat beberapa pembimbing (dokter,perawat,TPHD) yang sering kurang berinteraksi dengan jamaah. Memang sudah dibuat sistem regu, koordinator dan ketua kloter untuk membantu. Tapi tetap saja mereka berjalan sendiri-sendiri karena niatnya juga berhaji bukan melayani jamaah. Manasik memang sudah diberikan, tapi terpenting ada pembimbing yang selalu mengingatkan jamaah agar tetap memenuhi syarat dan rukun haji. Karena manasik dipusatkan pada lokasi tertentu maka banyak calon haji yang jarang mengikuti. Akibatnya banyak jamaah yang akhirnya berinisiatif membuat kelompok sendiri dengan mengundang pembicara hingga harus keluarkan dana lagi. Pemecahan masalah juga kurang disadari para ketua regu/kelompok/kloter. Hal ini karena ketua regu kurang paham atas mesalah yang timbul. Untuk itu saya sarankan peran KBIH yang kini dirundung kontroversi, agar dimanfaatkan lebih baik(dioptimalkan) dengan memasukkan dalam sistem manajemen haji. Hal ini hanya dibutuhkan pembenahan dan instruksi tegas (sanksi) bagi KBIH nakal atau tidak nurut. Memang tidak semua KBIH seperti itu, hingga jangan digebyah uyah. Depag bisa menyentil bila ada KBIH yang tidak sesuai tugasnya bahkan memberi sanksi. Jumlah jamaah yang dikelola satu KBIH dibatasi (jangan terlalu banyak misal 3 rombongan) atau dengan seleksi ketat. Bila banyak yang ikut, perlu pembimbing yang sudah berhaji, sebab yang saya baca di surat kabar, ada pembimbing baca Al Fatihah saja tidak fasih. Kalau perlu biaya manasik diserahkan ke KBIH, sehingga meringankan jamaah. Depag tetap memantau sebagai operator saja. Mungkin perjalanan haji perlu dikelola oleh BUMN tersendiri bahkan diswastakan. Bimo Hasto G Jl Saninten Brt III/48 Banyumanik, Semarang *** Yantap Jepara Adik saya ingin membuat CV. Pertama ke notaris sehari jadi. Keesokanharinya ke kantor pajak Kudus untuk pembuatan NPWP, juga sehari jadi lalu minta formulir ke Yantap (Pelayanan Satu Atap) Jepara. Formulir harus ditandatangani lurah dan camat 1 hari langsung bisa. Esok harinya ke Yantap lagi menyerahkan berkas lengkap. Petugas menyatakan untuk membuat SIUP/TDP biayanya Rp 600 ribu dlan harus dibayar lunas di muka. Adik langsung membayar lunas apalagi di ruang perizinan dinyatakan prosesnya hanya 5 hari kerja. Seminggu kemudian dia mau mengambil, tapi oleh petugas dikatakan belum jadi dengan alasan menunggu tandatangan pimpinan Dep Perindustrian Jepara. Tiga hari lagi datang tapi juga belum jadi hingga seterusnya dijanjikan 5 hari namun juga gagal. Setiap kali ke Yantap di atas pukul 09.00. kantor selalu kosong kecuali hanya l - 2 petugas. Hingga kini sudah berlangsung lebih dari 3 minggu tapi SIUP masih belum jadi. Rasanya bosan dan seperti orang minta-minta harus bolak- balik. Padahal dia orang pengusaha dan ini jelas sangat merugikan. Di samping itu juga merasa jengkel dengan janji dan janji. Dia tidak mau tahu SIUP belum ditandatangani pejabat Perindustrian Jepara karena merada sudah melunasi. Jangan melempar kesalahan pada orang lain. Pantas sekarang Jepara sepi, hanya sedikit investor yang masuk. Yang tidak punya izin tidak bisa menjalankan usahanya, padahal banyak menyerap tenaga kerja. Ya yang jelas, sebagai pengusaha dia merasa disepelekan, birokrasinya brtele tele dan banyak membuang waktu. Banyak pengusaha asing lebih memilih Semarang, Solo, Klaten dan Yogya yang birokrasinya lebih tertib, terbuka soal rincian biaya pembuatan badan usaha, tepat waktu, displin tinggi. Saya pernah lihat di TV di Yantap Purwokerto hanya butuh waktu 2 hari untuk membuat SIUP, TDK dan HO Bekerjalah profesional bapak/ibu di Yantap Jepara. Jangan pernah kecewakan pengusaha yang ingin membuat badan usaha di Jepara, agar bisa menggerakkan ekonomi dan memperkerjakan orang orang sekitar. Akhmad B Potroyudan RT 11/RW 2, Jepara. *** Mimpi Jadi Mandor Pengairan Di saat musim banjir begini ada berita yang menyatakan waduk Jatiluhur di Purwakarta kekurangan debit air. Untuk itu akan dikerahkan pesawat untuk bikin hujan buatan. Nah, kalau awan tebalnya kemudian tertiup puting beliung ke arah Jakarta bagaimana ? Kali Ciliwung penyebab banjir Jakarta jaraknya hanya 150 - 300 km dari Jatiluhur jika potong kompas. Semoga ada calon mahaputra yang dapat membuat kanal buatan guna mengalihkan aliran banjir tujuan Jakarta ke Jatiluhur begitu lho. Afnan Tio Gedongmulyo RT 3/RW 1, Lasem *** Orang Pinjam Motor Saya pemilik rental Daniel PS 2 di Jl Dr Wahidin 307 Temanggung, pada 26 Februari 2007 pukul 07.40, kedatangan orang bernama Tri Budianto Jl Jend Sudirman 101 Jampiroso RT 1/RW 1 untuk pinjam motor H 3596 PL dan tidak dikembalikan. Setelah saya cek orang tersebut sudah 5 tahun pindah. Menurut informasi sekarang dia berada di Ambarawa dan sering melakukan penipuan. Kepada pembaca agar berhati-hati jika ada orang pinjam kendaraan, meski sudah kenal orangnya. D Tarabunga Siahaan Jl Dr Wahidin 307, Temanggung *** Hati-hati Kupon Hadiah Langsung Berdasar data pengaduan konsumen ke LP2K Semarang, banyak terjadi kasus penipuan hadiah langsung dengan modus pelaku memasukkan kupon hadiah palsu ke dalam kemasan produk. Beberapa produk telah digunakan sebagai media penipuan. Berkaitan dengan hal tersebut saya imbau sbb : Konsumen jangan mudah tergiur mendapatkan kupon hadiah dalam produk yang dibeli. Hubungi perusahaan lewat alamat atau nomor telepon resmi. Yang tercantum pada kupon hadiah biasanya bukan nomor atau alamat perusahaan resmi, tetapi nomor oknum yang mencoba menipu. Jangan pernah mentransfer uang atau memberikan nomor rekening maupun menginformasikan data bank Anda. Jika ragu, hubungi pihak berwajib atau LP2K Semarang telp (024)7614875 untuk minta informasi. Kepada produsen dimohon bantuannya untuk memberi informasi kepada masyarakat agar konsumen terhindar dari praktik penipuan. Heri Anggaradi Staf PPMLP2K Semarang *** ATM Sekitar PT USG Kepada Bank BNI, saya mohon sekitar daerah PT USG (Ungaran Sari Garment) Congol Karangjati Ungaran yang tepatnya depan PT Kalmatex segera dipasang mesin ATM. Nantinya mesin ATM BNI tersebut bisa digunakan masyarakat dan para karyawan PT USG. Di pasar Welahan Jepara saja ada mesin ATM BNI yang beroperasi 24 jam untuk umum Subekhi Ksatrian Asr KBPT B-29 Jatingaleh, Semarang *** Jadi Pembicara Berkali-kali saya tulis, menjadi penulis di Surat Pembaca mendatangkan pengalaman luar biasa dan memperkaya khasanah pengalaman hidup ini. Mulai dari mendapat banyak surat, kenalan hingga berbagai hal menarik lainnya. Ada lagi kisah menarik saat saya menulis "Berkah sedekah" yaitu sedekah barang seharga Rp 20.000 dibalas oleh Allah seratus kali lipat. Ternyata artikel tersebut dibaca pengurus ponpes dan ustad Kuntoro dari Tegowanu Purwodadi. Bahkan saya diundang untuk memberikan testimoni atau kesaksian dalam pengajian bertajuk wisata hati "Berkah sedekah dan cinta anak yatim" yang diadakan oleh panti asuhan Darul Hadlonah Tegowanu. Ponpes yang dipimpin Bapak H Rusnadi dalam acara itu bekerja sama dengan Al Madina Corporation dan berlangsung di Masjid Agung Jawa Tengah belum lama ini. Kekuatan sebuah tulisan ternyata sungguh menakjubkan manakala saya bacakan kembali artikel tersebut di depan ratusan jamaah yang kebanyakan kaum ibu. Mereka bersimpati walau cara penyampaian saya terasa sedikit kaku dan grogi. Toh itu merupakan pengalaman berharga. Banyak teman mengeluh, menulis itu susah bahkan menakutkan. Namun jangan patah semangat. Jika tahu betapa banyak manfaat dari tulisan di surat pembaca tentu akan ketagihan untuk menulis. Surat pembaca bukan wahana untuk mencari uang namun uang dan pengalaman menakjubkan yang akan mendatangi Anda ketika menjadi penulis di rubrik ini. Bravo. Aryo Widiyanto AMd Jl Sri Agung 234 Cepiring, Kendal |