| Senin, 02 April 2007 | NASIONAL |
M Adnan Perlu Dukungan KiaiSEMARANG- Figur H Muhammad Adnan yang akan ditawarkan PW Nahdlatul Ulama (NU) Jateng sebagai calon gubernur atau calon wakil gubernur harus mendapat dukungan dari kiai kultural dan kiai struktural. ''Saya percaya kiai kultural atau kiai sepuh merestui pencalonan Ketua PW NU Jateng itu, tapi untuk kiai struktural yang berada di sejumlah partai politik belum tentu merestuinya. Karena itu diharapkan pencalonannya itu dapat mempersatukan kiai-kiai tersebut,'' kata pengamat politik Undip Muhammad Yulianto, Kamis (29/3). Menurut dia, sikap NU yang merekomendasikan Adnan maju pada pilgub mendatang itu tidak gegabah, mengingat biasanya sebelum mengeluarkan keputusan penting sudah melalui restu kiai sepuh. Adapun pengamat politik Undip lainnya, Teguh Yuwono menilai, kader-kader NU dan Muhammadiyah cukup baik apabila dicalonkan pada pilgub nanti. Namun, pencalonan seperti yang diambil NU dengan mengusung Adnan merupakan pencalonan melalui mekanisme informal. ''Detailnya nanti lewat partai politik apa, perlu langkah yang lebih maju lagi,'' kata dia. Menurut Teguh, NU bukan partai politik sehingga harus dipikirkan tiket untuk pencalonan Adnan. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sendiri bukan parpol yang otomatis dapat dilalui kader NU untuk mencalonkan gubernur atau wakil gubernur. ''Tetap harus ada proses lebih lanjut yang jelas,'' tegasnya. NU, lanjut dia, memiliki banyak calon potensial, tidak hanya Muhammad Adnan yang sekarang jadi ketua pengurus wilayah. Ada juga Ali Mufiz yang sekarang menjadi Wakil Gubernur Jateng. ''Kalau Pak Adnan dan Ali Mufiz maju, nanti sulit karena segmen dukungan keduanya sama, jadi harus hati-hati,'' jelasnya.(G17,H7-41) |