| Senin, 02 April 2007 | NASIONAL |
Masura PKB di Masjid Ampel Surabaya"Kejujuran Lebih Penting daripada Ijazah S-1"SURABAYA-Ribuan warga PKB dan NU, Minggu (1/4) pagi memadati Masjid Agung Ampel Surabaya. Tujuannya, mengikuti acara majelis silaturrahmi ulama rakyat (Masura) yang digelar DPW PKB Jatim. Acara ini juga dihadiri Ketua Umum Dewan Syuro PKB, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Hadir pula Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dan elite DPP PKB lainnya. Acara itu berakhir menjelang masuk waktu shalat dzuhur. Saat menyampaikan ceramahnya, Gus Dur menyatakan bahwa yang dibutuhkan Indonesia sekarang adalah pemimpin yang jujur. Pemimpin Indonesia sekarang, katanya, bukan orang yang tepat, sehingga negara ini kian lama kian amburadul, meski pada awalnya sempat dipimpin seorang bangsawan, yakni Bung Karno dan Bung Hatta. Setelah dipimpin dari golongan bangsawan Indonesia kemudian dipimpin dari golongan militer. "Setelah itu bangsa ini dipimpin militer, tapi kondisinya tambah amburadul. Setelah militer bangsa ini dipimpin seorang profesional, ya tambah nggak tepat lagi," tandasnya. Cucu pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari ini mengungkapkan, dia menolak wacana perlunya presiden RI nanti minimal berpendidikan sarjana (S-1). "Presiden kok harus S-1. Yang dibutuhkan pemimpin itu bukan ijazahnya, melainkan kejujurannya," tegas Gus Dur. Masura adalah forum yang muncul setelah PKB terbelah menjadi dua kekuatan. PKB pimpinan Gus Dur-Muhaimin Iskandar terpilih melalui muktamar di Kota Semarang pertengahan tahun 2005 lalu. Sedangkan kekuatan PKB lainnya dipimpin KH Abdurrahman Chudlori-Choirul Anam yang dihasilkan melalui muktamar Surabaya. Dalam perkembangannya, PKB pimpinan Mbah Dur-Cak Anam ini mendeklarasikan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) di Pondok Langitan, Tuban, Sabtu (31/3) kemarin. Acara Masura itu dihadiri ribuan kiai kampung, imam masjid, imam mushala, dan imam langgar dari berbagai daerah di Jatim. Di beberapa ruas jalan di kawasan Masjid Agung Ampel di Jalan KH Mansur Surabaya, tampak mobil dengan plat awal L, W, N, P, AG, dan AE diparkir dan pengemudi serta penumpang mobil-mobil tersebut mengikuti kegiatan tersebut. Di samping menyinggung tentang calon pemimpin nasional (presiden), Gus Dur juga mengingatkan kepada kiai kampung, imam masjid, imam mushala, guru ngaji, dan lainnya untuk istiqomah dan tak tergiur dengan politik praktis. "Tugas sampeyan ini menjaga akhlakul karimah umat, karena itu teteplah istiqomah! Biarain aja yang lain tolah-toleh," ujar Gus Dur yang datang dengan didampingi putrinya, Yenny Wahid. Sementara itu, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar menyatakan menolak jika dikatakan bahwa Masura di Masjid Agung Ampel Surabaya adalah forum imbangan dari kegiatan istighotsah dan deklarasi PKNU di kompleks Pondok Langitan, Widang, Tuban, Sabtu lalu. "Jangan dikait-kaitkan dengan itu," kata Cak Imin-panggilan akrab Muhaimin Iskandar kepada wartawan. Forum Masura digelar untuk mendekatkan kiai NU dengan rakyatnya. Sehingga antarkeduanya terjalin komunikasi yang bagus. Kegiatan ini adalah pertama digelar di Jatim setelah acara serupa diselenggarakan di kediaman Gus Dur di Ciganjur Jakarta Selatan. "Tujuan utama yang ingin kami raih adalah mendekatkan para pemimpin khususnya kiai dengan rakyatnya," tambahnya. Dihubungi secara terpisah, pengamat politik dari FISIP Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Haryadi MA, mengatakan, digelarnya dua kegiatan dalam tempo hampir bersamaan oleh kekuatan yang berseberangan di NU adalah indikasi nyata sulitnya menyatukan di antara mereka. (G14-41) |