| Senin, 02 April 2007 | NASIONAL |
Ma'ruf Dibuat Koma
JAKARTA- Akibat ada penyumbatan dan penyembaban di bagian otak, Menteri Dalam Negeri Moh Ma'ruf tidak disadarkan. Mantan Kasospol ABRI dan Dubes RI di Vietnam tersebut harus menggunakan alat bantu nafas. ''Ada memar di bagian otaknya, sehingga terjadi perluasan penyumbatan. Karena itu tim dokter melakukan langkah ini. Kita berharap ini tindakan terbaik yang kita lakukan,'' kata Direktur Divisi Pelayanan Medik RS Harapan Kita Andang Jusuf di Jakarta, Minggu (1/4). Perawatan Ma'ruf ditangani tim dokter yang beranggotakan 11 orang. Menurut Andang, pemasangan alat bantu nafas dilakukan sebagai konsekuensi dari tindakan penidaksadaran yang dilakukan tim dokter. Tim dokter yang menangani sengaja membuat Ma'ruf koma untuk mengurangi kelainan otak, yaitu sembab otak akibat serangan jantung. "Kemarin sore tim medis rapat, antara lain dr Gunawan (ahli jantung). Kondisinya (Ma'ruf) setelah dievaluasi, Beliau tidak disadarkan untuk mengurangi kelainan pada otak sebab ada kelainan pada pembuluh otaknya yang menyebabkan sembab otak," ujarnya. Tentang kapan alat bantu pernafasan akan dibuka, Andang tidak bisa memberikan jawaban pasti. ''Untuk pelepasan alat bantu pernafasan masih perlu dievalusai lagi.'' Untuk memulihkan kondisi Ma'ruf, disiapkan juga beberapa dokter ahli, antara lain dokter jantung, saraf, bedah saraf, dan dokter anestesi. Kemarin sore, sejumlah pejabat negara mengunjungi Ma'ruf yang dirawat di rumah sakit tersebut. Sakit yang dialami Ma'ruf berdampak pada sejumlah agenda kerjanya. Misalnya, peresmian Kabupaten Empat Lawang, kabupaten baru di Sumatera Selatan yang terpaksa ditunda. Menurut rencana Selasa (3/4) kabupaten baru tersebut akan diresmikan, bersamaan dengan pelantikan pejabat bupati Empat Lawang. "Peresmian Kabupaten Empat Lawang ditunda, termasuk pelantikan pejabat bupatinya. Ini bukan persoalan politis, tapi lantaran kondisi kesehatan Mendagri Ma'ruf kurang baik. Penundaan ini sampai batas waktu yang tidak dapat dipastikan," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Sumatera Selatan Faruk Barry. Mensesneg Yusril Izha Mahendra usai membesuk Ma'ruf mengatakan, pemerintah menyiapkan seorang pengganti sementara Mendagri yang akan diumumkan Senin ini (2/4). Ada tiga nama yang ada di daftar calon pengganti, yakni Menko Polhukam Widodo AS, Menkum dan HAM Hamid Awaludin, dan dirinya. Namun Yusril mengakui Widodo AS merupakan calon yang paling kuat. "Kita bertiga, antara saya, Pak Widodo atau Pak Hamid. Cuma Pak Widodo yang utama," katanya. Penggantian itu merupakan instruksi langsung dari Presiden SBY. "Berhubung Beliau sakit, presiden menganjurkan sebaiknya kami membantu Beliau melaksanakan tugas-tugasnya dan minggu depan akan ditunjuk salah satu menteri sebagai ad interim," ujarnya. Kepala Pusat Penerangan Depdagri, Saut Sitomorang mengatakan, Depdagri secara formal belum menerima informasi pengalihan tugas sementara Mendagri M Ma'ruf kepada salah saru dari tiga nama yang disebutkan Yusril. ''Belum ada konfirmasi dan saya kira itu sangat tergantung pada perkembangan kesehatan bapak.'' Menurut Saut, jika kondisi Mendagri memang belum memungkinkan untuk melakukan tugasnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pimpinan negara harus melakukan kebijakan itu. Sehingga roda pemerintahan dapat terus berjalan. (bn,dtc-46,48) | ||||