| Senin, 02 April 2007 | SEMARANG |
1.500 Rompi untuk Tukang OjekUNGARAN - ''Para tukang ojek sudah kami latih cara mengatur jalan. Misalnya, ada angkutan umum yang tidak boleh berhenti di pojok jalan, mereka bisa mengingatkan. Mereka mengatur jalan dengan rompi dan atribut yang kami berikan,'' kata Kasatlantas Polres Semarang AKP Mohammad Tora di Alun-alun mini Ungaran, Minggu (1/4). Atas bantuan tugas tersebut, Satlantas memberikan penghargaan kepada tukang ojek dan paguyuban pencinta motor berupa 1.500 rompi. Mereka diharapkan berperan menjadi Sukarelawan Pembantu Lalu Lintas (Supeltas). ''Kami memiliki sekitar 5.000 anggota Supeltas yang terdiri atas ojek dan perkumpulan pencinta motor. Mereka kami harapkan juga ikut membantu menertibkan pengguna jalan,'' tandas Tora. Kasatlantas menerangkan, bantuan rompi sementara baru diberikan kepada komunitas tukang ojek mulai Ungaran hingga Bandungan. ''Yang belum mendapat bagian, menyusul. Karena ini program bertahap,'' lanjutnya. Yang terpenting, ungkap Kasatlantas, kegiatan bertajuk Warung Lantas yang didukung Extra Joss Rasa Vaganza itu, sebagai sarana menyosialisasikan kanalisasi untuk kendaraan berat lewat lajur kiri. Pihaknya juga menyampaikan perlunya light on untuk pengendara sepeda motor dalam rangka mengurangi kecelakaan lalu lintas. 'Sepeda motor sebisa mungkin jangan mendahului dari kanan. Penyeberang dan pengendara dari arah berlawanan harus diberi prioritas jalan. Ini untuk menekan angka kecelakaan,'' tegasnya. Atraksi Kegiatan itu juga dimeriahkan Paguyuban Motor Campuran Semarang (Pamocas). Andi (30), dari Universal Motor Community mengaku siap mendukung tugas Satlantas. ''Sebagai sukarelawan kami senang membantu tugas polisi,'' ujarnya usai mendapat rompi. Ribuan orang dari paguyuban motor, tukang ojek, dan warga Kabupaten Semarang, kemarin turut menikmati kemeriahan acara yang diwarnai dengan atraksi ketangkasan bersepeda motor di jalan depan rumah dinas bupati. Sebagian pengunjung merasa takjub dengan polah anak muda yang mampu bersepeda motor dengan roda depan diangkat ke atas. Selain itu, sebelum berhenti berkendara, ban bagian belakang bisa diangkat tinggi saat mengerem. Ribuan pengunjung juga terhibur dengan biduan-biduan cantik yang bernyanyi di panggung besar. ''Kami bekerja sama dengan Satlantas untuk menyosialisasikan tertib lalu lintas. Ungaran adalah kota pertama (dari lima kota yang direncanakan-Red), yang dijadikan roadshow produk kami,'' kata Distric Leader PT Bintang Toejoe Wiwin Rusyanto. (H14-37) |