logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 April 2007 SEMARANG
Line

Daerah Resapan Air Harus Dijaga

BAWEN - Pengambilan air bawah tanah (ABT) secara berlebihan akan berdampak pada penurunan muka air tanah. Sehingga lama kelamaan terjadi defisit air.

Selain itu, beberapa variabel yang menyebabkan berkurangnya jumlah air di Kabupaten Semarang antara lain penebangan pohon secara brutal khusunya di kawasan hidrologi dan penambangan galian secara liar di daerah resapan air. Hal ini mengemuka dalam Dialog Interaktif dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia di PT Coca Cola Bottling Indonesia (CCBI) Bawen, baru-baru ini.

''Daerah resapan air harus dijaga. Tantangannya saat ini yaitu banyaknya pembukaan lahan seperti pemukiman, pertambangan, dan industri yang menyebabkan berubahnya rona tanah,'' kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pertambangan dan Energi (LHPE) Ir Ririh Sudirahardja MT, kemarin. Rusaknya lingkungan bisa jadi karena kurangnya koordinasi dan sanksi hukum yang tegas serta hanya berorientasi profit. Banyaknya pembukaan lahan menurutnya bisa menjadikan erosi dan sedimentasi serta menurunnya kemampuan badan air.

Kesadaran Kurang

''Bencana yang mungkin terjadi adalah banjir, kekeringan, dan longsor. Banjir beberapa waktu lalu di Ungaran terjadi meski sifatnya hanya lokal. Ini adalah dampak pembukaan lahan yang tidak disertai kendali,'' tegas dia.

Kondisi di kabupaten ini, pemicu longsor bisa disebabkan pembuatan irigasi tanpa memperhatikan faktor teknis geologis. Kerusakan lingkungan juga dipicu kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah. ''Ini akan menimbulkan degradasi terhadap kualitas air,'' tandas Ririh. Untuk mengatasi rusaknya lingkungan, semua pihak harus turut serta. Baik pemerintah maupun swasta.

Dalam peringatan Hari Air Sedunia yang jatuh 22 Maret, Coca Cola memberikan bantuan bibit pohon kepada warga di lima kelurahan sekitar pabrik.

''Kami memberi 1.000 pohon dengan tujuan mengajak warga masyarakat turut serta melestarikan sumber daya air. Karena merupakan sumber alam vital untuk kehidupan manusia,'' kata Dwi Harjono General Manager PT CCBI Bawen. (H14-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA